Kabupaten Tangerang masuk tiga besar tujuan perpindahan penduduk di Indonesia. DKI Jakarta justru menjadi daerah asal perpindahan terbesar.
Aktual Tangerang – Kabupaten Tangerang masuk tiga besar daerah tujuan perpindahan penduduk terbanyak di Indonesia pada Semester I 2026. Fenomena ini menandai bergesernya pilihan masyarakat dari DKI Jakarta ke kawasan penyangga Jabodetabek.
Data tersebut tercantum dalam Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Data disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Senin (4/8/2026).
Berdasarkan data Dukcapil, Kabupaten Bekasi menjadi kabupaten/kota tujuan perpindahan penduduk terbanyak dengan 33.907 orang. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bogor sebanyak 33.795 orang, disusul Kabupaten Tangerang dengan 24.732 orang.
Selanjutnya, Kota Bekasi mencatat 19.261 pendatang, sedangkan Jakarta Timur berada di posisi kelima dengan 18.622 orang.
Untuk tingkat provinsi, Jawa Barat menjadi tujuan perpindahan penduduk terbesar dengan 262.581 orang. Di bawahnya terdapat Jawa Timur sebanyak 131.839 orang, Jawa Tengah 120.629 orang, Sumatera Utara 95.528 orang, dan Sulawesi Selatan 73.682 orang.
Teguh mengatakan, pola perpindahan penduduk mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Jika dahulu DKI Jakarta menjadi tujuan utama, kini masyarakat lebih banyak memilih tinggal di wilayah penyangga.
“Perpindahan penduduk per provinsi ternyata yang paling banyak ke Jawa Barat. Ternyata perpindahan penduduk ke DKI Jakarta sekarang tidak masuk lima besar, justru DKI Jakarta masuk daerah asal perpindahan. Kok bisa? Data itu banyak cerita, oh mungkin di Jakarta rumahnya lebih mahal, oh mungkin karena sulit cari rumah yang memadai, banyak cerita itu,” kata Teguh, dikutip dari Youtube Dukcapil Kemendagri.
Data Dukcapil menunjukkan DKI Jakarta kini justru menjadi salah satu daerah asal perpindahan penduduk. Tercatat sebanyak 97.161 orang keluar dari ibu kota. Angka tersebut berada di bawah Jawa Barat sebanyak 228.372 orang, Jawa Timur 131.834 orang, Jawa Tengah 131.634 orang, dan Sumatera Utara 113.341 orang.
Pada tingkat kabupaten/kota, Jakarta Timur menjadi daerah asal perpindahan terbanyak dengan 27.119 orang. Disusul Jakarta Barat 21.294 orang, Kabupaten Bogor 20.516 orang, Kota Bekasi 20.306 orang, dan Jakarta Selatan 20.212 orang.
Menurut Teguh, tingginya perpindahan ke wilayah penyangga menunjukkan masyarakat masih menggantungkan aktivitas ekonomi di Jakarta, tetapi memilih menetap di daerah sekitar karena berbagai pertimbangan.
“Ini menarik, DKI bukan jadi tujuan daerah orang pindah. Tetapi aglomerasinya Bekasi, Tangerang, Bogor yang jadi tujuan perpindahan. Artinya mungkin banyak orang ingin ke DKI tapi karena lokasi yang mahal dan sebagainya, mereka berada di Bogor, Tangerang, Bekasi. Untuk Jakarta Timur karena memang berhimpitan dengan Bogor, Bekasi, Depok,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dukcapil melaporkan jumlah penduduk Indonesia pada Semester I 2026 mencapai 290.125.073 jiwa, meningkat dari 288.315.089 jiwa pada Semester II 2025. Selama satu tahun terakhir, jumlah penduduk bertambah 3.431.380 jiwa atau rata-rata sekitar 1,7 juta jiwa setiap semester.
Komposisi penduduk Indonesia didominasi kelompok usia produktif 15-64 tahun sebanyak 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen. Sementara penduduk usia 0-14 tahun mencapai 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen, sedangkan penduduk berusia di atas 65 tahun sebanyak 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen.
Dukcapil juga mencatat Kabupaten Bogor sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yakni 6.007.714 jiwa. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bandung dengan 3.931.901 jiwa, disusul Kabupaten Tangerang sebanyak 3.605.821 jiwa.
Sementara itu, tiga kabupaten dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kabupaten Supiori sebanyak 29.773 jiwa, Kabupaten Kepulauan Seribu 30.365 jiwa, dan Kabupaten Tana Tidung 30.925 jiwa.
Untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek, jumlah penduduk DKI Jakarta tercatat 10.881.514 jiwa, Jawa Barat 52.211.020 jiwa, dan Banten 13.173.618 jiwa. (*)








Leave a Reply