Unpam, Unas, Unindra, UNJ, UBSI, dan STIAMI membantah keterlibatan dalam Aliansi BEM Bersatu. Sejumlah kampus menilai nama organisasi dicatut.
Aktual Tangerang – Sejumlah kampus dan organisasi mahasiswa membantah keterlibatan dalam kelompok yang mengatasnamakan BEM Fakultas Bersatu.
Aliansi tersebut sebelumnya menyampaikan penolakan terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai ditunggangi kepentingan politik.
Namun, kemunculan sejumlah nama kampus dalam konferensi pers memicu polemik. Beberapa organisasi mahasiswa menegaskan tidak pernah memberikan mandat kepada pihak yang hadir.
Sebagian kampus bahkan menyatakan organisasi yang disebut sudah tidak aktif atau tidak pernah ada.
Unindra Tegaskan Bukan Bagian dari BEM FIPPS
BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI membantah keterlibatan dalam aliansi tersebut.
Melalui akun Instagram resmi, organisasi itu menegaskan pihak yang hadir bukan bagian dari kepengurusan.
“Kami menegaskan individu atau kelompok tersebut bukan bagian dari BEM FIPPS,” tulis BEM FIPPS.
Mereka menyebut seluruh tindakan dan pernyataan pihak tersebut menjadi tanggung jawab pribadi. BEM FIPPS juga menegaskan setiap sikap organisasi hanya disampaikan melalui kanal resmi.
“Kami bermaksud meluruskan penggunaan identitas organisasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tulisnya.
KBM Unpam Soroti Penggunaan Nama BEM
Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pamulang meminta rektorat menindak penggunaan nama BEM Unpam. Mereka menilai organisasi tersebut sudah lama tidak aktif.
Koordinator KBM Unpam Haikal Indra menyebut peserta konferensi pers bukan perwakilan resmi mahasiswa.
“Yang perlu digarisbawahi, BEM Unpam sudah lama dibekukan atau nonaktif,” kata Haikal.
Ia mengakui salah satu peserta merupakan mahasiswa aktif Universitas Pamulang. Namun, status mahasiswa tidak memberi legitimasi mengatasnamakan organisasi.
“Kami menyayangkan ada pihak yang mengatasnamakan BEM Unpam,” ujarnya.
KABMU Unas Sebut Nama Kampus Dicatut
Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional (KABMU Unas) menilai nama kampus dicatut dalam konferensi pers.
Pernyataan itu muncul setelah seorang mahasiswa hadir menggunakan atribut Universitas Nasional.
Mahasiswa tersebut mengaku sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional. KABMU menegaskan tidak pernah memberi mandat kepada siapapun.
“Kami tidak mewakili maupun diwakili dalam konferensi pers tersebut,” tegas KABMU.
Mereka menyebut konferensi pers itu sebagai upaya melemahkan gerakan mahasiswa.
KABMU juga menyatakan organisasi BEM Universitas telah dibekukan sejak 2014. Selain itu, tidak ada istilah BEM Fakultas di Universitas Nasional.
BEM FTI BSI Bantah Kirim Perwakilan
BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) membantah terlibat dalam konferensi pers. Mereka menegaskan tidak mengirimkan perwakilan maupun memberikan mandat kepada siapapun.
“BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan,” tulis organisasi tersebut.
Mereka juga membantah memiliki pengurus bernama Ahmad sebagaimana disebut dalam konferensi pers.
BEM FPsi UNJ Minta Klarifikasi
BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut membantah keterlibatan dalam kegiatan tersebut. Organisasi itu menegaskan tidak pernah memberi persetujuan penggunaan nama lembaga.
“BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan untuk mewakili organisasi,” tulisnya.
Mereka mengakui Ahmad Ghazy hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, yang bersangkutan disebut telah berstatus alumni.
“Tindakan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi,” tegas BEM FPsi UNJ.
Mereka juga meminta yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf.
BEM Institut STIAMI Tegaskan Tidak Terlibat
BEM Institut STIAMI menyatakan tidak memiliki lembaga bernama BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi. Penegasan itu disampaikan melalui akun resmi organisasi.
“Di lingkungan Institut STIAMI tidak terdapat lembaga tersebut,” tulis BEM STIAMI.
Mereka juga membantah mengirimkan perwakilan dalam konferensi pers. Karena itu, seluruh pernyataan yang disampaikan peserta menjadi tanggung jawab pribadi.
BEM STIAMI turut menegaskan tidak tergabung dalam aliansi BEM Fakultas Bersatu.
BEM Fakultas Bersatu Tolak Intervensi Politik
Sebelumnya, perwakilan Aliansi BEM Fakultas Bersatu menyatakan penolakan terhadap intervensi politik dalam gerakan mahasiswa.
Juru bicara aliansi, Rahmat Djimbula, mengatakan gerakan mahasiswa harus tetap independen.
“Kami menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis,” katanya.
Menurut Rahmat, mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat perebutan kekuasaan.
Aliansi itu juga mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan perbaikan tata kelola. Selain itu, mereka mendukung pengusutan kasus korupsi secara objektif.
Aliansi BEM Fakultas Bersatu menyatakan akan terus mengawal independensi gerakan mahasiswa.
“BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen,” ujar Rahmat. (*)









Leave a Reply