Ciledug dan Larangan Rawan Bencana Hidrometeorologi

Adi Subchan - 16 December 2025

Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)
Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)

Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Maret 2026.

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Tangerang.

Wilayah timur Kota Tangerang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebut sejumlah kecamatan masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah.

“Wilayah timur memiliki kerawanan lebih tinggi, namun seluruh wilayah tetap dalam pemantauan terpadu,” ujar Mahdiar, Senin (15/12/2025).

Baca Juga :  Korban Tewas Bencana Sumatera Jadi 1.030 Orang

Ia menjelaskan, upaya mitigasi difokuskan pada normalisasi saluran air dan sungai oleh DPUPR Kota Tangerang.

Normalisasi dilakukan dengan membersihkan sedimentasi di saluran besar dan titik rawan genangan.

Sementara itu, masyarakat diimbau berperan aktif membersihkan saluran kecil di lingkungan masing-masing.

“Kunci penanganan bencana adalah kesiapan warga, bukan kepanikan,” kata Mahdiar.

Ia mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana dan memperkuat solidaritas lingkungan.

Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas terkait.

Baca Juga :  Gagal Paham! Sampah di Kolong Flyover Ciputat Hanya Ditutup Terpal

Selama masa siaga, Pemkot Tangerang mengintensifkan pemutakhiran informasi cuaca berbasis data BMKG.

Pemerintah juga memperkuat kesiapan personel kebencanaan selama 24 jam penuh.

Langkah lainnya meliputi pelatihan dan simulasi penanganan bencana lintas instansi.

“Seluruh sektor harus siaga penuh dengan koordinasi intensif untuk respons cepat dan terukur,” tandasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini