Aksi tawuran remaja di wilayah hukum Kota Tangerang belakangan sangat tinggi, ini cara kapolres metro Tangerang Kota menekan kasus itu
Aktual Tangerang – Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si memiliki cara dalam menekan kasus tawuran remaja. Aksi tawuran remaja cenderung marak dalam beberapa bulan terakhir.
Tema ini sempat muncul dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama masyarakat di wilayah hukum Polsek Neglasari, Kamis (2/10/2025) malam. Kegiatan ini merupakan implementasi program Kapolda Metro Jaya, Jaga Jakarta++, yang bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Acara ini bertempat di Balai Warga RW 05, Jalan Tangga Asem No. 4, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Hadir 70 peserta dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si, didampingi Kasat Binmas, Kapolsek Neglasari, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan setempat.
Kapolres juga menyinggung tentang meningkatnya aksi tawuran remaja dalam beberapa bulan terakhir. Peristiwa tawuran remaja ini menjadi problem bersama.
Kombes Muhammad Jauhari menjelakan cara menekan aksi tawuran ini polisi tidak bisa sendiri. Akan tetapi, butuh peran aktif masyarakat, pemuda dan ormas dalam mengantisipasi ini.
“Tantangan kita bersama, kejahatan semakin kompleks. Tawuran yang melibatkan anak-anak sangat meresahkan. Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergi dengan tokoh masyarakat, pemuda, ormas, dan pemerintah daerah,”ujar Kombes Muhammad Jauhari.
Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat.
“Ngopi Kamtibmas adalah cara Kepolisian untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Polisi duduk bersama warga tanpa jarak, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi di tengah mereka,” ujar Kombes Pol Jauhari.
Neglasari Unik
Camat Neglasari, Andhika Nugraha, S.STP, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Neglasari adalah wilayah yang unik karena memiliki keberagaman rumah ibadah, namun tetap harmonis.
“Neglasari dihuni lebih dari 170 ribu jiwa. Meski heterogen, warganya selalu saling menjaga dan berkolaborasi untuk menciptakan wilayah yang kondusif,” ujarnya.
Pada sesi tanya jawab, warga mengeluhkan peredaran miras, pinjaman online ilegal, dan tawuran remaja. Kapolres merespons tegas bahwa polisi berkomitmen memberantas miras dan narkoba, namun meminta dukungan penuh dari masyarakat.
“Apabila mengetahui lokasi penjualan miras atau narkoba, segera informasikan kepada kami melalui call center kami 110 dan layanan aduan masyarakat di nomor whatsapp 082211110110 layanan bebas pulsa agar bisa ditindaklanjuti. Untuk pinjaman ilegal, mari tumbuhkan kepedulian sosial antarwarga agar tidak terjerat praktik tersebut,” jelas Kapolres.
Sebagai bentuk nyata sinergi, Kapolres menyerahkan kentongan dan bantuan sosial kepada warga untuk mendukung kegiatan siskamling. Acara ditutup dengan foto bersama dan pengecekan Poskamling Sigacor RT 01/05 Mekarsari.








Leave a Reply