Bullying Diduga Picu Kasus Polisi Tembak Polisi

Adi Subchan - 20 October 2026

Pengacara keluarga Bharada Valdo, Petrus Balla Pattyona, menyoroti dugaan bullying terhadap tersangka dan meminta penyidik membuka rekaman CCTV kasus penembakan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. (FOTO: KOMPAS.com)
Pengacara keluarga Bharada Valdo, Petrus Balla Pattyona, menyoroti dugaan bullying terhadap tersangka dan meminta penyidik membuka rekaman CCTV kasus penembakan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. (FOTO: KOMPAS.com)

Aktual Tangerang – Kasus penembakan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, diduga berkaitan dengan perundungan terhadap tersangka. Tim pengacara keluarga korban meminta penyidik mengungkap bukti, termasuk rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Dugaan tersebut disampaikan penyidik kepada tim pengacara keluarga Valdo saat bertemu di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10). Penyidik menyebut teman-teman seangkatan Valdo diduga kerap merundung tersangka, Bharada Andika Ramadani.

“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka,” tutur pengacara keluarga, Petrus Bala Pattyona di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

Petrus menegaskan, Valdo bukan orang yang merundung Andika. Menurut penjelasan penyidik, dugaan perundungan tersebut dilakukan oleh teman-teman Valdo lainnya.

Namun, Petrus belum dapat memastikan bentuk perundungan yang diduga memicu tindakan tersebut. Penyidik disebut masih mendalami persoalan itu berdasarkan temuan, termasuk rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Meski demikian, rekaman CCTV tersebut belum diperlihatkan kepada tim pengacara keluarga korban.

Baca Juga :  Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel, Polisi Periksa Empat Saksi

Pengacara Minta Rekaman CCTV Dibuka

Pengacara keluarga lainnya, Ardy Mbalembout, mengaku belum puas dengan penjelasan penyidik. Pihaknya meminta rekaman CCTV diungkap agar proses penyidikan dapat diawasi dan menghindari dugaan rekayasa.

Ardy juga menyinggung kasus pembunuhan yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin menerima penjelasan penyidik tanpa memeriksa bukti secara langsung.

“Kami perlu melihat semua bukti-bukti itu. Kejadian kayak Sambo, dia ceritanya ya secara normatif, tapi faktanya ternyata tidak seperti itu. Jadi ini kami tidak terima mentah-mentah,” jelas Ardy di kesempatan yang sama.

Menurut Ardy, keterbukaan bukti diperlukan untuk membantu keluarga memahami perkara tersebut. Rekaman CCTV menjadi salah satu bukti yang ingin dilihat oleh tim pengacara.

Tersangka Bharada Andika Masih Diperiksa

Sebelumnya, Bharada Valdo tewas ditembak oleh juniornya, Bharada Andika Ramadani, di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (16/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan tersangka berinisial AR telah ditahan. Tersangka kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Baca Juga :  Mandi Hujan, Bocah 8 Tahun di Pamulang Hanyut di Selokan

Budi belum menjelaskan secara terperinci kronologi kejadian tersebut. Penyidik Subdit Jatanras masih mendalami peristiwa yang diduga melibatkan senjata api.

“Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.

Budi memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta hukum. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini