BRIN siap mendukung Tangsel mengatasi persoalan sampah melalui teknologi riset energi, daur ulang, dan pupuk organik.
Aktual Tangerang – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmen mendukung penyelesaian persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan teknologi pengelolaan sampah berbasis riset yang siap diterapkan.
Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN Hens Saputra mengatakan persoalan sampah perkotaan menjadi perhatian serius BRIN.
Berbagai pusat riset BRIN mengembangkan teknologi pengolahan sampah organik hingga anorganik.
“BRIN memandang sampah sebagai sumber daya bernilai, bukan lagi sebagai beban lingkungan,” ujar Hens di Serpong, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan, BRIN mengembangkan teknologi konversi sampah plastik dan biomassa menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk co-firing pembangkit listrik.
Sementara itu, pengolahan sampah organik difokuskan menjadi biogas, biometana, Bio-CNG, dan biohidrogen.
“Teknologi tersebut sudah kami kembangkan hingga skala pilot plant,” jelas Hens. “Kapasitas pengolahan mencapai 120 Nm³ per jam,” sambungnya.
Selain itu, BRIN mengembangkan teknologi gasifikasi dan pirolisis untuk menghasilkan energi listrik. Teknologi tersebut dikombinasikan dengan turbin Organic Rankine Cycle (ORC).
ORC memungkinkan panas bersuhu rendah dimanfaatkan menjadi listrik. “Energi listriknya bisa digunakan untuk operasional pengolahan sampah,” tambahnya.
Di sektor pertanian, BRIN mengembangkan pupuk lepas terkendali dari sampah organik. Menurut Hens, pupuk tersebut mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.
“Hasil demfarm menunjukkan peningkatan panen padi hingga 10 persen,” ungkapnya.
Uji coba dilakukan di wilayah Tangerang, termasuk Mauk dan sekitarnya.
BRIN juga menggandeng industri daur ulang plastik di wilayah Tangerang. Kerja sama tersebut mencakup pengolahan plastik kemasan hitam menjadi resin bernilai ekonomi.
Hens menegaskan pemilahan sampah sejak sumber menjadi kunci keberhasilan. Pemisahan organik dan anorganik membuat proses pengolahan lebih efisien.
“Jika dikelola dari sumber, sampah tidak perlu lagi dikirim ke TPA,” tegasnya.
Ia mencontohkan TPA Cipeucang sebagai lokasi yang dapat ditekan bebannya.
BRIN menyatakan kesiapan bersinergi dengan Pemkot Tangsel. Kolaborasi juga melibatkan komunitas dan pelaku industri.
Beberapa kawasan perumahan di Tangsel telah menerapkan pengelolaan sampah mandiri. Targetnya adalah nol persen sampah ke tempat pembuangan akhir.
“BRIN siap menjadi hub kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan,” tutup Hens.








Leave a Reply