BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Banten

Adi Subchan - 01 June 2026

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Banten sepanjang Juni 2026 akibat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Banten sepanjang Juni 2026 akibat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Banten sepanjang Juni 2026 akibat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama.

Aktual Tangerang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Banten.

Potensi tersebut diprakirakan terjadi sepanjang Juni 2026 di sejumlah kawasan pesisir.

BMKG menyebut peningkatan pasang air laut dipengaruhi beberapa fenomena astronomis.

Berdasarkan Kalender Fase Bulan Juni 2026, terdapat fenomena Super New Moon dan Bulan Purnama. Kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.

Fase Super New Moon diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026. Sementara fase Bulan Purnama diprediksi berlangsung pada 30 Juni 2026.

BMKG menjelaskan kombinasi Bulan Baru dan posisi Bulan terdekat dengan Bumi memicu pasang tinggi.

“Kombinasi fase Bulan Baru dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang laut secara signifikan,” tulis BMKG.

Baca Juga :  Ciputat Rawan Kejahatan Modus Pecah Kaca Mobil

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Pandeglang, dan Lebak.

Di pesisir utara Kabupaten Tangerang, rob diprakirakan terjadi pada 1-6 Juni. Potensi serupa juga diprediksi berlangsung pada 12-18 Juni dan 25-30 Juni.

Wilayah yang perlu mewaspadai rob meliputi Mauk, Teluknaga, dan Kosambi.

Di pesisir utara Serang, rob berpotensi terjadi pada 1-4 Juni. Fenomena tersebut juga diprediksi muncul pada 14-18 Juni dan 29-30 Juni.

Kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Kasemen, Pontang, dan Tirtayasa.

Sementara itu, pesisir Selat Sunda bagian utara diperkirakan mengalami rob pada 17-18 Juni. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan yakni Pulomerak dan Ciwandan.

Untuk pesisir barat Pandeglang, potensi rob diprediksi terjadi pada 1-6 Juni. Fenomena tersebut juga berpotensi berlangsung pada 12-18 Juni dan 25-30 Juni. Wilayah Labuan menjadi salah satu kawasan yang perlu waspada.

Di pesisir selatan Lebak, rob diprakirakan terjadi pada 1-5 Juni. Potensi tersebut juga diprediksi berlangsung pada 12-20 Juni dan 27-30 Juni. Kawasan Bayah menjadi wilayah yang masuk dalam pemantauan BMKG.

Baca Juga :  MPR RI Ajak Gen Z Banten Perkuat Nasionalisme Lewat LKBB-PB

BMKG mengimbau masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang maksimum air laut.

“Warga diminta mengantisipasi masuknya air laut ke daratan yang dapat mengganggu aktivitas,” tulis BMKG.

Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi BMKG secara berkala. Informasi tersebut penting untuk mengetahui prakiraan pasang surut dan tinggi gelombang.

BMKG mengingatkan masyarakat tetap tenang namun siaga menghadapi potensi dampak rob.

“Kami mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan maritim resmi BMKG,” demikian keterangan BMKG. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini