BGN Akui Koordinasi Program MBG di Tangerang Masih Terkendala

Adi Subchan - 05 June 2026

BGN Kabupaten Tangerang mengakui koordinasi dan penyampaian informasi Program Makan Bergizi Gratis masih terkendala sarana pendukung. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)
BGN Kabupaten Tangerang mengakui koordinasi dan penyampaian informasi Program Makan Bergizi Gratis masih terkendala sarana pendukung. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)

BGN Kabupaten Tangerang mengakui koordinasi dan penyampaian informasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terkendala sarana pendukung.

Aktual Tangerang – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui masih menghadapi kendala koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kendala tersebut terutama terkait penyampaian informasi kepada pemerintah daerah.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang Priyo Basuki mengatakan keterbatasan sarana informasi menjadi penyebab utama.

Menurutnya, hingga kini BGN belum memiliki platform khusus untuk berbagi data program. Akibatnya, penyampaian informasi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah belum berjalan optimal.

“Untuk Forkopimda, kami belum memiliki media seperti website atau aplikasi khusus,” kata Priyo, Kamis (4/6/2026).

Kondisi tersebut membuat penyampaian data penerima manfaat sering terkendala. Informasi mengenai menu makanan dan dokumentasi kegiatan juga belum tersampaikan secara maksimal.

“Kadang kami kesulitan menyampaikan data penerima manfaat, menu, maupun dokumentasi kegiatan,” ujarnya.

Baca Juga :  8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program MBG

BGN kini melakukan pembenahan sistem komunikasi dengan pemerintah daerah. Langkah itu bertujuan meningkatkan transparansi dan efektivitas pelaksanaan program.

Selain itu, koordinasi yang lebih baik diharapkan mempercepat penanganan persoalan di lapangan. Termasuk berbagai kendala operasional pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saat ini mekanisme komunikasi sedang disempurnakan agar persoalan di lapangan dapat ditindaklanjuti bersama,” katanya.

Priyo menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan di Kabupaten Tangerang. Saat ini program tersebut telah menjangkau sekitar 800 ribu penerima manfaat.

Pelaksanaan program didukung oleh 284 SPPG yang telah beroperasi. Ia memastikan pergantian pimpinan di tingkat nasional tidak memengaruhi jalannya program. Menurutnya, seluruh jajaran daerah siap mengikuti kebijakan kepala BGN yang baru.

“Pelaksanaan program tetap berjalan normal dan kami siap menyesuaikan kebijakan baru,” ujar Priyo.

Sebelumnya, Pemkab Tangerang berharap pergantian Kepala BGN memperkuat tata kelola program.

Pemerintah juga mendorong peningkatan transparansi dan sinergi pelaksanaan MBG di daerah. (*)

Baca Juga :  Tangsel Langganan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini