Belanja Daerah Kota Tangerang Naik, Defisit Tembus Rp581 Miliar

Adi Subchan - 02 September 2026

Wali Kota Tangerang Sachrudin (Foto: Dok Pemkot Tangerang)
Wali Kota Tangerang Sachrudin (Foto: Dok Pemkot Tangerang)

Belanja Perubahan APBD Kota Tangerang 2026 naik Rp214,387 miliar menjadi Rp5,764 triliun. Defisit anggaran mencapai Rp581,08 miliar.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang mengusulkan kenaikan belanja daerah sebesar Rp214,387 miliar dalam Perubahan APBD 2026.

Belanja daerah dalam rancangan tersebut mencapai Rp5,764 triliun dari sebelumnya Rp5,550 triliun.

Rancangan Perubahan APBD 2026 tersebut telah disampaikan Pemkot Tangerang kepada DPRD Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan perubahan anggaran menyesuaikan pelaksanaan APBD 2026 dan kondisi fiskal daerah.

Pendapatan daerah juga mengalami perubahan dalam rancangan tersebut. Pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp5,183 triliun, meningkat Rp33,338 miliar dari APBD murni. Sebelumnya, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp5,150 triliun.

Kenaikan belanja membuat Rancangan Perubahan APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp581,08 miliar.

“Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp581,08 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan neto dalam jumlah yang sama, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025,” ujar Sachrudin saat menyampaikan Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD dalam rapat paripurna DPRD Kota Tangerang, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga :  Dua Pemuda Bawa Celurit Satu Meter Diamankan Polisi Tangerang

PAD Kota Tangerang Turun

Sachrudin menjelaskan perubahan anggaran mempertimbangkan perkembangan pelaksanaan APBD tahun berjalan.

Perubahan tersebut mencakup target Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan penyesuaian SiLPA.

Penyesuaian SiLPA 2025 dilakukan berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Target PAD dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 justru mengalami penurunan. PAD diproyeksikan sebesar Rp3,223 triliun, turun Rp35,350 miliar dari target awal. Sebelumnya, PAD Kota Tangerang ditargetkan mencapai Rp3,258 triliun.

Penurunan PAD tersebut diimbangi peningkatan pendapatan transfer. Pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1,960 triliun, naik Rp68,688 miliar dari sebelumnya Rp1,891 triliun.

Belanja Modal Naik Rp166 Miliar

Dari sisi belanja, kenaikan terbesar dialokasikan untuk belanja modal. Belanja modal meningkat menjadi Rp1,043 triliun atau bertambah Rp166,264 miliar. Sebelumnya, anggaran belanja modal ditetapkan sebesar Rp877,379 miliar.

Belanja operasi juga meningkat menjadi Rp4,681 triliun. Pos tersebut bertambah Rp34,146 miliar dibandingkan anggaran sebelumnya.

Baca Juga :  Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Tangerang Raya

Sementara itu, belanja tidak terduga direncanakan mencapai Rp39,869 miliar. Anggaran tersebut meningkat Rp14,024 miliar dibandingkan pagu sebelumnya.

Sachrudin berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 berjalan konstruktif melalui sinergi pemerintah dan DPRD.

Kesepakatan tersebut diharapkan mempercepat pelaksanaan pembangunan dan menjaga kualitas pelayanan masyarakat.

“Selanjutnya, kami berharap raperda ini dapat dibahas secara konstruktif melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Kota Tangerang sehingga dapat mencapai kesepakatan bersama dan selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah,” katanya.

DPRD Soroti Anggaran Pendidikan dan Sosial

Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana menilai perubahan APBD merupakan tahapan penting dalam kebijakan anggaran.

Menurutnya, perubahan anggaran diperlukan untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi sosial dan ekonomi terkini.

“Yang pasti perubahan APBD adalah sebuah proses dan tahapan yang harus kita lakukan untuk penyesuaian. Karena ada beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi hari ini, baik secara pendekatan sosial maupun pendekatan ekonomi, yang harus kita selaraskan terhadap postur anggaran yang nanti akan kita alokasikan sampai akhir periode 2026,” ujar Andri.

Ia menyebut Perubahan APBD 2026 menjadi momentum mempercepat berbagai program pada sisa tahun anggaran.

DPRD juga akan mencermati setiap pergeseran anggaran agar tetap berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Perhatian utama diarahkan pada persoalan sosial, pendidikan, dan program perlindungan sosial.

“Ada beberapa hal yang harus kita cermati, terutama berkaitan dengan penyelesaian berbagai permasalahan sosial dan keberpihakan Pemkot Tangerang terhadap anggaran pendidikan dan sosial sebagai bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pembahasan Perubahan APBD 2026 selanjutnya dilakukan DPRD bersama Pemkot Tangerang. Rancangan tersebut kemudian akan disepakati bersama sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini