Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyoroti dorongan agar Jokowi mundur dari politik dan menyebut isu ijazah palsu diorkestrasi pihak tertentu menjelang 2029.
Aktual Tangerang – Ketua Harian PSI Ahmad Ali mempertanyakan dorongan publik yang meminta Joko Widodo (Jokowi) berhenti dari aktivitas politik.
Ia heran karena ada tokoh politik lain yang tetap aktif bertahun-tahun.
Menurut Ali, Jokowi sering mendapat hinaan ketika terlibat dalam dinamika politik.
“Pak Jokowi dihina dan dimaki. Saat dia melawan, dia diminta jadi negarawan,” ujar Ali, Sabtu (22/11/2025).
Ali menilai ada standar ganda dalam penilaian publik. “Ketika beliau bicara politik, langsung disuruh beristirahat,” katanya.
Ia kemudian menyindir nenek-nenek yang sudah lama memimpin sebuah partai. Namun, Ali tidak menyebut nama perempuan tersebut.
Ali juga menyinggung mantan presiden yang tetap aktif berpartai lebih dari dua dekade.
“Ada bapak presiden yang sudah 20 tahun berpartai dan tidak diminta berhenti,” ucapnya.
Menurut Ali, dorongan agar Jokowi menjauh dari politik tidak memiliki dasar jelas. “Apa sebenarnya yang ditakutkan dari Pak Jokowi?” ujarnya.
Soal Isu Ijazah Jokowi
Mengenai soal isu ijazah palsu Jokowi, Ali menegaskan bahwa Jokowi telah mengikuti kontestasi politik sebanyak lima kali. Dalam setiap kontestasi, ada masa sanggah untuk memeriksa dokumen calon.
“Ada waktu dua minggu untuk keberatan terhadap dokumen pribadi calon,” katanya.
Ali menyebut tidak pernah ada sanggahan terkait ijazah Jokowi selama proses itu.
Ia menduga isu ini sengaja digerakkan pihak tertentu. “Saya yakin ada yang mengorkestrasi isu ijazah palsu ini,” ujar Ali.
Ali curiga diangkatnya kembali kasus dugaan ijazah palsu Jokowi berkaitan dengan perebutan posisi pada Pemilu 2029.
“Ada yang ingin jadi cawapres 2029 dengan menunggangi isu ini,” ucapnya.
Ali juga mengutip pernyataan Prabowo yang menyebut ada pihak yang membiayai isu tersebut.
“Masa iya satu isu bisa sepanjang ini tanpa dorongan khusus?” pungkasnya.








Leave a Reply