Bansos Prabowo Jangkau Warga Lebak, Kemiskinan Menurun

Adi Subchan - 13 October 2025

45 Persen Penyaluran Bansos di Tangerang Tak Tepat Sasaran. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)
45 Persen Penyaluran Bansos di Tangerang Tak Tepat Sasaran. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)

Ribuan warga Lebak telah merasakan manfaat bansos. Angka kemiskinan turun berkat DTASN dan program pemberdayaan.

Aktual Tangerang – Ribuan warga Kabupaten Lebak, Banten, telah menerima manfaat dari berbagai program bantuan sosial (bansos) pemerintah. Salah satunya Neneng (38), warga Desa Sukadaya, yang menjadi penerima sejak 2015. Ia menerima bantuan PKH, BPNT, KIS, PIP.

“Alhamdulillah, saya dapat sembako, PKH, BPJS gratis, dan bantuan sekolah anak,” ujar Neneng, Jumat (10/10).

Menurutnya, proses penerimaan mudah karena didampingi petugas desa. Bantuan tersebut sangat membantu anak-anaknya yang duduk di bangku SD dan SMA.

Namun, Neneng berharap juga mendapat bantuan rumah karena tempat tinggalnya hampir tak layak huni.

“Kalau bisa, bantu juga rumah kami. Suami saya pemulung, penghasilannya tidak menentu,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Dorong Siswa Kuasai Robotik, IT, dan Sains

Suheni (36), warga Desa Sukarendah, juga merasakan manfaat bansos sejak 2024. Ia menerima BPNT, KIS, dan Kartu Sekolah.

“Bantuannya Rp600 ribu tiap tiga bulan. Cukup membantu kebutuhan dapur,” ujarnya.

Namun, Suheni berharap nilai bantuan ditingkatkan karena penghasilan keluarganya tidak tetap.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menyatakan efektivitas bansos meningkat berkat penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTASN).

“DTASN diperbarui tiga bulan sekali dan jadi acuan penyaluran semua program bansos,” jelasnya.

Per September 2025, ada 121.624 penerima sembako dan 53.145 penerima PKH di Lebak.

Baca Juga :  Desainer Banten Tampil di Ajang IN2MF 2025

Sementara penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah melampaui 600.000 orang.

Proses pendataan dilakukan secara digital melalui SIK-NG dan aplikasi Cek Bansos Kemensos.

Petugas juga mendokumentasikan kondisi rumah dan fasilitas dasar penerima.

“Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran dan berbasis data valid,” tambah Eka.

Berkat intervensi sosial tersebut, angka kemiskinan di Lebak terus menurun. Pada 2020 tercatat 11%, turun menjadi 9,3% pada 2022, dan 8,3% pada 2025.

Jumlah keluarga miskin ekstrem juga turun dari 6.407 menjadi 5.623 keluarga.

“Kami berkoordinasi dengan Kemensos, Kemenaker, dan Kemenkop UKM,” ujar Eka.

Tujuannya agar warga tidak hanya menerima bantuan, tapi juga mendapat pemberdayaan ekonomi.

Pemerintah juga menyiapkan program Sekolah Rakyat untuk anak-anak keluarga miskin ekstrem.

Program ini mencakup biaya pendidikan, seragam, buku, makanan, hingga tempat tinggal. Orang tua siswa juga mendapat bantuan rumah dan modal usaha.

“Pak Presiden ingin bansos tidak sekadar mengurangi beban, tapi dorong kemandirian,” pungkas Eka.

 

Ikuti juga informasi yang disajikan Aktualtangerang.com di media sosial Instagram dan TikTok.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini