Banjir Rendam Tigaraksa, 1.675 Jiwa Terdampak

Adi Subchan - 07 April 2026

Banjir
Ratusan rumah di Cipondoh, Tangerang, terendam banjir hingga setinggi 180 cm akibat luapan Kali Bendungan Polor. (Foto: Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Banjir akibat luapan sungai merendam Tigaraksa, Tangerang. Sebanyak 512 KK atau 1.675 jiwa terdampak di tujuh desa.

Aktual Tangerang – Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Total warga terdampak mencapai 1.675 jiwa akibat cuaca ekstrem pada Minggu (5/4/2026).

Hujan deras memicu sungai meluap dan merendam permukiman di sejumlah wilayah.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rrosied, menyebut banjir terjadi selama dua hari terakhir.

“Selama dua hari, dampak banjir sangat terasa di wilayah kami,” ujar Cucu, Senin (6/4/2026).

Ia mencatat total 512 kepala keluarga atau 1.675 jiwa terdampak bencana tersebut.

Baca Juga :  Banjir Meluas di Tangsel, 17 Titik Terendam hingga 95 Sentimeter

Banjir tersebar di tujuh desa dan kelurahan di wilayah Tigaraksa. Wilayah terdampak meliputi Desa Margasari, Matagara, dan Pasir Nangka. Selain itu, Kelurahan Kadu Agung, Desa Pasir Bolang, Cisereh, dan Pematang turut terendam.

Cucu menjelaskan banjir dipicu luapan beberapa sungai yang mengelilingi kawasan tersebut.

“Luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun, dan Ciranjeuen memicu banjir di delapan titik,” katanya.

Selain itu, aliran kiriman air dari wilayah Bogor memperparah kondisi banjir.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter. “Di beberapa lokasi, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter,” ujar Cucu.

Sejumlah wilayah kini mulai surut dan aktivitas warga berangsur normal. Meski demikian, banjir sempat melumpuhkan akses jalan di beberapa titik strategis.

Akses jalan di kawasan industri dilaporkan terputus akibat genangan air. “Perusahaan menggunakan kendaraan besar untuk menembus genangan,” kata dia.

Baca Juga :  Wilayah di Tangsel yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat 7-8 April

Pemerintah kecamatan kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. Koordinasi mencakup pelaporan kerusakan tanggul yang jebol akibat luapan sungai.

“Perbaikan tanggul akan diusulkan dalam anggaran perubahan mendatang,” ujarnya.

Ia berharap perbaikan tersebut menjadi solusi banjir di kawasan rawan.

Perumahan Mustika di Pasir Nangka dan Matagara menjadi prioritas penanganan. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini