Atlet sepak bola putri Bunga Sekar Anjani gagal lolos SPMB SMA Negeri Banten jalur prestasi. Keluarga meminta evaluasi sistem seleksi atlet berprestasi.
Aktual Tangerang – Atlet sepak bola putri asal Tangerang Selatan (Tangsel), Bunga Sekar Anjani, gagal lolos SPMB SMA Negeri Banten 2026.
Bunga mendaftar melalui jalur prestasi nonakademik. Kegagalan itu menyisakan kekecewaan mendalam bagi keluarganya.
Sang ibu, Suryanah, mengaku menangis setelah nama putrinya tidak tercantum dalam daftar peserta diterima.
Ironisnya, pengumuman itu terbit saat Bunga masih membela Indonesia. Ia memperkuat Putri Tangsel City pada turnamen sepak bola putri internasional di Swedia.
Sepulang dari kompetisi, Bunga harus menerima kenyataan gagal memperoleh kursi di SMA negeri.
Suryanah mengatakan telah menunggu hasil pengumuman sejak pagi hingga malam. Namun, harapan agar putrinya diterima melalui jalur prestasi tidak terwujud.
“Saya menunggu pengumuman sejak pagi sampai malam. Ternyata anak saya tidak diterima. Saya sangat kecewa dan sedih,” kata Suryanah, Rabu (22/7/2026).
Ia mengaku terus mempertanyakan alasan putrinya tidak lolos seleksi.
“Dalam hati saya terus bertanya, kenapa Bunga tidak diterima. Rasanya tidak adil,” ujarnya.
Suryanah menilai keluarga telah berjuang mendukung Bunga hingga menjadi atlet berprestasi. Menurutnya, prestasi olahraga putrinya layak menjadi pertimbangan pada jalur prestasi.
“Kami berharap prestasi dan sertifikat yang dimiliki Bunga menjadi bekal masuk SMA Negeri,” ucapnya.
Ia juga menilai sistem seleksi belum sepenuhnya mengakomodasi perjuangan atlet muda.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Sayangnya, sistem belum mampu membaca perjuangan itu,” katanya.
Suryanah khawatir kegagalan tersebut memengaruhi semangat putrinya di dunia olahraga.
Selain itu, keluarga kini kesulitan mencari sekolah lanjutan. Banyak sekolah swasta telah menutup masa pendaftaran.
“Sekarang kami bingung. Di SMA Negeri tidak diterima, sementara banyak sekolah swasta sudah menutup pendaftaran,” ungkapnya.
Ia berharap putrinya dapat melanjutkan pendidikan di SMA. Menurutnya, jadwal belajar di SMA lebih mendukung aktivitas sebagai atlet.
“Sebagai atlet, saya berharap Bunga bersekolah di SMA agar jadwal latihan tidak berbenturan dengan praktik,” katanya.
Suryanah juga meminta Pemerintah Provinsi Banten mengevaluasi mekanisme jalur prestasi nonakademik.
Ia berharap atlet yang mengharumkan nama daerah maupun Indonesia mendapat perhatian lebih.
“Prestasi atlet, termasuk cabang olahraga beregu, harus tetap dihargai dan difasilitasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Bunga dipercaya memperkuat Putri Tangsel City sebagai wakil Indonesia di Swedia. PSSI Kota Tangerang Selatan mengaku telah mengawal proses pendaftaran Bunga.
Berbagai dokumen pendukung telah dilampirkan. Dokumen itu meliputi sertifikat nasional dan internasional.
PSSI Tangsel juga menyertakan rekomendasi dari KONI, Dispora, dan PSSI Provinsi Banten. Namun, pihak sekolah menyatakan sertifikat Bunga tidak tercantum dalam sistem sertifikasi seleksi.
Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten belum memberikan tanggapan resmi. (*)








Leave a Reply