Aliran Kali Ciputat Berubah Picu Banjir Pondok Aren

Adi Subchan - 24 April 2026

Perubahan aliran Kali Ciputat diduga memicu banjir di Pondok Aren. DPRD Tangsel dorong normalisasi dan minta dokumen pengembang. (Foto: jawapos.com/Ilustrasi)
Perubahan aliran Kali Ciputat diduga memicu banjir di Pondok Aren. DPRD Tangsel dorong normalisasi dan minta dokumen pengembang. (Foto: jawapos.com/Ilustrasi)

Perubahan aliran Kali Ciputat diduga memicu banjir di Pondok Aren. DPRD Tangsel dorong normalisasi dan minta dokumen pengembang.

Aktual Tangerang – Aliran Kali Ciputat di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), diduga mengalami perubahan jalur. Kondisi ini menyebabkan aliran air tidak lagi berjalan normal.

Perubahan aliran disebut memperparah banjir di wilayah Pondok Aren. Kawasan Maharta dan sekitarnya menjadi daerah yang terdampak.

Sejumlah titik aliran sungai kini tidak lagi berfungsi optimal. Salah satu jalur bahkan diduga tidak aktif sejak lebih dari satu dekade.

Temuan ini muncul saat inspeksi lapangan Panitia Khusus (Pansus) RTRW DPRD Tangsel, Selasa (21/4/2026).

Ketua Pansus Ahmad Syawqi mengungkap adanya perubahan signifikan.

“Aliran sungai seharusnya melintas di area mal dan stasiun,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Kebakaran di Kota Tangerang Didominasi Korsleting Listrik

Ia menyebut aliran kini tidak bergerak seperti kondisi sebelumnya. “Sekarang alirannya tidak bergerak sebagaimana mestinya,” kata Syawqi.

Menurutnya, Kali Ciputat sebelumnya memiliki dua jalur aliran. Namun, salah satu jalur kini diduga tidak lagi berfungsi.

“Dulu ada dua aliran, sekarang salah satunya seperti mati,” ujarnya.

Aliran disebut dialihkan menuju wilayah Pondok Aren.

Hasil penelusuran menunjukkan arah aliran mengalami perubahan. Aliran yang sebelumnya lurus kini berbelok ke Pondok Aren.

Kondisi air sungai juga terlihat menghitam dan tidak deras. Hal ini mengindikasikan penurunan kualitas lingkungan.

Perubahan aliran berdampak pada sistem pengairan wilayah hilir. Kawasan utara Pondok Aren menjadi langganan banjir.

“Itu efeknya ke wilayah Maharta dan sekitarnya,” ujar Syawqi.

Ia menilai dampak berasal dari aliran Kali Ciputat. Saat hujan tinggi, debit air tidak lagi terbagi dua jalur. Air terkonsentrasi pada satu aliran saja.

Akibatnya, kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air. “Debit air pasti meningkat saat curah hujan tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Aliran Sungai Menghilang, DPRD Panggil Mall Bintaro Xchange

DPRD mendorong normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi aliran. Langkah ini juga untuk memperbaiki sistem drainase kota.

“Kami dorong normalisasi agar fungsi ruang tetap terjaga,” ujarnya.

DPRD juga memanggil pengembang Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property Tbk (JRP). Pemanggilan dilakukan untuk klarifikasi perubahan aliran sungai.

Dalam rapat, pengembang mengaku memiliki kajian dan persetujuan pemerintah pusat. Namun, DPRD masih meminta dokumen pendukung tambahan.

“Kami minta dokumen terkait aset negara dan sertifikasi sungai,” kata Syawqi.

Dokumen tersebut belum seluruhnya ditunjukkan saat rapat. Pembahasan belum menghasilkan keputusan final hingga kini. DPRD akan terus menelusuri persoalan tersebut.

Upaya ini untuk memastikan fungsi sungai tetap sesuai tata ruang. Langkah tersebut penting dalam pengendalian banjir Tangsel. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini