500 Pekerja Dapur SPPG MBG di Tangerang Telah Tersertifikasi

Adi Subchan - 26 October 2025

Kabupaten Tangerang kekurangan 215 dapur MBG meski memiliki lebih dari 953 ribu penerima manfaat. BGN dorong partisipasi masyarakat untuk pemenuhan dapur. (Foto: Merdeka.com/Ilustrasi)
Kabupaten Tangerang kekurangan 215 dapur MBG meski memiliki lebih dari 953 ribu penerima manfaat. BGN dorong partisipasi masyarakat untuk pemenuhan dapur. (Foto: Merdeka.com/Ilustrasi)

Sebanyak 500 penjamah makanan di Kabupaten Tangerang telah bersertifikat kelayakan. BGN juga melatih 30.000 tenaga pengelola makanan di seluruh Indonesia untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aktual Tangerang – Sebanyak 500 pekerja dapur dari 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tangerang telah bersertifikat penjamah makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan sertifikasi ini menandakan para pekerja telah memenuhi standar kelayakan penyediaan makanan bergizi.

“Dari 46 SPPG yang kami data, hampir 500 orang sudah bersertifikat penjamah makanan,” ujar Hendra di Tangerang, Minggu (26/10/2025).

Ia menjelaskan, sertifikasi diberikan berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan yang melibatkan puskesmas dalam pelatihan penjamah makanan.

“Intervensi puskesmas membuat capaian pelatihan meningkat signifikan,” ujarnya.

Menurut Hendra, tenaga bersertifikat dianggap layak menyiapkan makanan bagi ribuan penerima manfaat program MBG.

Baca Juga :  Tugas Tambahan Guru di Tangerang, Wajib Awasi Makanan MBG

Hingga kini, terdapat 83 SPPG di Kabupaten Tangerang yang telah mendaftar penerbitan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Dari jumlah itu, 46 SPPG dinyatakan lulus pelatihan tenaga pengelola makanan.

“Kami terus membantu pelatihan bagi penjamah makanan agar layanan MBG semakin berkualitas,” kata Hendra.

BGN Bimbing 30.000 Penjamah Pangan di 34 Daerah

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan di 34 kabupaten dan kota.

Sekitar 30.000 penjamah pangan mengikuti kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga pengelola program MBG.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana kerja tahun 2025.

“Bimtek ini memastikan setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan keterampilan memadai,” ujarnya, Selasa (21/10).

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Siapkan Dana Darurat Keracunan MBG

Ia menambahkan, pelatihan mencakup seluruh tahap penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi.

Program ini juga mendorong kesadaran higienitas, keamanan, dan keberlanjutan pangan di seluruh SPPG.

BGN menargetkan layanan SPPG bebas dari kontaminasi pangan dengan prinsip zero case terhadap insiden pangan basi atau berisiko kesehatan.

10 Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas MBG

Untuk menjamin kualitas layanan Program MBG, BGN menetapkan 10 langkah strategis, yaitu:

1. Menempatkan 5.000 chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru

2. Melaksanakan rapid test food berkala oleh Balai POM

3. Mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

4. Menggunakan platform LMS Plataran Sehat Kemenkes untuk pembelajaran daring tenaga pelaksana

5. Memastikan penggunaan air bersih dan sterilisasi alat makan dengan air panas 80 derajat celcius

6. Menambah tenaga ahli gizi untuk pendampingan intensif.

7. Menerapkan sertifikasi halal di seluruh dapur SPPG

8. Memasang CCTV di dapur untuk pengawasan dan transparansi proses produksi

9. Menegakkan SOP layanan profesional dan akuntabel

10. Memperkuat edukasi serta monitoring berkelanjutan demi menjaga mutu MBG.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini