Ditjenpas memindahkan 123 narapidana dari Banten dan Jakarta ke Nusakambangan. Pemindahan dilakukan untuk memperkuat keamanan dan pembinaan.
Aktual Tangerang – Sebanyak 123 narapidana dari Banten dan Daerah Khusus Jakarta dipindahkan ke sejumlah lapas di Nusakambangan.
Pemindahan dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) pada Kamis (10/9/2026).
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan hunian dan penguatan keamanan lingkungan pemasyarakatan.
Pemindahan dilakukan secara bertahap dengan pengawalan ketat aparat gabungan. Sebagian warga binaan yang dipindahkan juga masuk kategori berisiko tinggi.
Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pemindahan bertujuan menjaga stabilitas keamanan lapas. Selain itu, untuk memperkuat ketertiban dan mengoptimalkan pembinaan warga binaan.
“Mereka dipindahkan ke berbagai Lapas di Nusakambangan, yaitu 40 orang ke Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar, 22 ke Lapas Kelas IIA Besi, 22 ke Lapas Kelas IIA Ngaseman, 20 ke Lapas Kelas IIA Gladakan, 10 ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, dan 9 ke Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan,” kata Tatan dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 123 warga binaan tersebut berasal dari empat lapas di Banten dan Jakarta.
Rinciannya, sebanyak 87 warga binaan berasal dari Lapas Kelas I Cipinang. Kemudian, sembilan warga binaan berasal dari Lapas Kelas I Tangerang.
Sebanyak 26 warga binaan lainnya berasal dari Lapas Kelas IIA Cilegon. Sementara satu warga binaan berasal dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Pemindahan tersebut juga bertujuan menyeimbangkan kapasitas hunian lapas yang mengalami tekanan akibat overkapasitas.
Dikawal Ketat Aparat Gabungan
Ditjenpas melibatkan aparat kepolisian dalam proses pemindahan ratusan warga binaan tersebut. Pengamanan melibatkan Satbrimob Polda Metro Jaya dan personel Patroli Jalan Raya Mabes Polri.
Pengawalan dilakukan sejak keberangkatan hingga seluruh warga binaan tiba di lokasi tujuan.
Setibanya di Pelabuhan Wijayapura, warga binaan menjalani pemeriksaan administratif dan verifikasi identitas.
Pemeriksaan mencakup jumlah warga binaan, kondisi fisik, serta aspek keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan tanpa gangguan.
Tatan menegaskan seluruh proses pemindahan dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
“Alhamdulillah seluruh proses pemindahan berjalan lancar tanpa kendala sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Semoga di Lapas yang baru, mereka dapat mengikuti pembinaan dengan lebih optimal dan stabilitas keamanan tetap terjaga,” ujarnya.
Setelah pemeriksaan di Pelabuhan Wijayapura, warga binaan dibawa menggunakan kapal penyeberangan pemasyarakatan.
Mereka kemudian tiba di Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, untuk selanjutnya didistribusikan. Setiap warga binaan ditempatkan sesuai lapas tujuan yang telah ditentukan.
Seluruh tahapan dilakukan bertahap dengan pengawasan ketat hingga proses pemindahan selesai.
Tatan mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Program tersebut berfokus pada penguatan keamanan serta pemberantasan peredaran narkoba di lapas.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pemberantasan berbagai modus penipuan di lapas dan rumah tahanan.
Penempatan warga binaan di Nusakambangan diharapkan menciptakan lingkungan pembinaan lebih terkontrol.
Kepala Lapas Batu Nusakambangan sekaligus Koordinator Wilayah UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap, Irfan, turut menjelaskan kebijakan tersebut.
Menurut Irfan, penempatan warga binaan tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan. Pembinaan jangka panjang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan lapas tujuan warga binaan.
“Di Lapas yang baru mereka akan mendapatkan pembinaan secara profesional dan humanis sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Irfan.
Dengan pemindahan terbaru tersebut, jumlah warga binaan yang dipindahkan ke Nusakambangan terus bertambah.
Sejak November 2024 hingga kini, lebih dari 3.100 warga binaan telah dipindahkan ke Nusakambangan. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. (*)









Leave a Reply