Pemkot Tangsel menargetkan membedah 329 rumah tidak layak huni pada 2026 dengan anggaran Rp75 juta per unit.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menargetkan perbaikan 329 rumah tidak layak huni sepanjang 2026.
Program tersebut dijalankan melalui bantuan bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).
Wali Kota Benyamin Davnie mengatakan anggaran perbaikan mencapai Rp75 juta per unit.
“Tahun ini kami rencanakan membedah 329 unit rumah di seluruh Tangsel,” ujar Benyamin, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya anggaran per unit sebesar Rp71 juta. Namun, nilainya kini naik menjadi Rp75 juta per rumah.
Menurut Benyamin, terdapat lebih dari 1.000 usulan rumah yang diajukan masyarakat. Meski begitu, Pemkot hanya mampu merealisasikan 329 unit sesuai kemampuan anggaran daerah.
Rumah yang diperbaiki nantinya dilengkapi dua kamar tidur dan ruang tamu.nSelain itu, rumah juga memiliki fasilitas listrik, lantai keramik, dan pompa air.
“Pembangunan satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan,” katanya.
Ia menambahkan, proses pembongkaran bangunan lama berlangsung sekitar satu pekan. Pengajuan bantuan dilakukan melalui RT dan kelurahan setempat.
Selanjutnya, usulan diverifikasi oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel.
“Kami fokus pada aspek kelayakan rumah, kesehatan, dan kondisi ekonomi keluarga,” ujar Benyamin.
Pelaksana Tugas Kepala Disperkimta Tangsel, Robby Cahyadi, mengatakan rumah penerima bantuan harus memenuhi syarat tertentu.
Kriteria tersebut meliputi sanitasi buruk dan kondisi bangunan yang membahayakan penghuni.
“Status kepemilikan tanah juga menjadi syarat utama penerima bantuan,” kata Robby.
Ia menegaskan bantuan tidak diberikan untuk bangunan liar atau berdiri di lahan milik orang lain.
Hingga 2026, Pemkot Tangsel telah memperbaiki sekitar 2.800 rumah melalui program bedah RUTLH. ***








Leave a Reply