249 Penerima Bansos di Tangsel Dicoret karena Judi Online

Adi Subchan - 07 October 2025

Penerima bansos yang ketahuan main judi online akan dicoret. Namun, mereka masih diberi kesempatan reaktivasi bansos. (Foto: ANTARA)
Penerima bansos yang ketahuan main judi online akan dicoret. Namun, mereka masih diberi kesempatan reaktivasi bansos. (Foto: ANTARA)

Sebanyak 249 penerima bantuan sosial di Tangsel dicoret karena terindikasi bermain judi online. Data berasal dari PPATK.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencoret 249 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari daftar bantuan sosial (bansos).

Mereka terbukti melakukan aktivitas judi online berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tangsel, Yasir Arafat, membenarkan pencoretan tersebut.

“Ada yang dari keluarga ASN dan PPPK,” ujar Yasir, Senin (6/10/2025).

Dari 249 keluarga, sebanyak 197 merupakan data baru yang belum menerima pencairan bansos. Sisanya adalah penerima lama.

Yasir merinci sebaran rekening yang dibekukan berada di tujuh kecamatan di Tangsel, yakni Ciputat sebanyak 45 KPM, Ciputat Timur (29 KPM), Pamulang (45 KPM), dan Pondok Aren (22 KPM).

Baca Juga :  Judi Online Picu Pembunuhan Bocah 6 Tahun di Boyolali

Daerah lainnya yaitu, Serpong (34 KPM), Serpong Utara (42 KPM), dan Setu (32 KPM)

Pemkot Tangsel telah menerima surat tembusan dari Gubernur Banten terkait kebijakan ini.

Mulai Oktober hingga Desember 2025, 249 KPM tersebut tidak akan menerima dana bansos.

Masih Bisa Ajukan Sanggahan

Yasir menjelaskan, pihaknya tetap membuka ruang perbaikan data bagi warga yang merasa tidak terlibat langsung.

“Mungkin akun suami atau anak yang digunakan, tapi penerima bansos ibunya,” jelas Yasir.

Baca Juga :  Gara-gara Judi Online, Guru Ngaji Habisi Nyawa Teman

Pernah ada kasus serupa. Seorang suami mengakui menggunakan ponsel milik istrinya untuk bermain judi online.

Namun, Dinas Sosial tetap perlu melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan keterlibatan.

“Kalau satu Kartu Keluarga terlibat, jadi rumit. Karena bansos diberikan berdasarkan KK,” ujarnya.

Yasir mengingatkan bahwa dana bantuan diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan disalahgunakan.

“Kalau uang bansos dipakai buat judi online, itu menyakiti niat baik pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, tak ada orang jadi kaya karena bermain judi online.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini