21,4 Persen Siswi Kabupaten Tangerang Terjangkit Anemia

Adi Subchan - 07 August 2026

ILUSTRASI - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 21,4 persen siswi mengalami anemia pada tahun ajaran 2025/2026. Program skrining dan Tablet Tambah Darah terus diperkuat. (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 21,4 persen siswi mengalami anemia pada tahun ajaran 2025/2026. Program skrining dan Tablet Tambah Darah terus diperkuat. (Foto: iStockphoto)

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 21,4 persen siswi mengalami anemia pada tahun ajaran 2025/2026. Program skrining dan Tablet Tambah Darah terus diperkuat.

Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat prevalensi anemia pada siswi mencapai 21,4 persen selama tahun ajaran 2025/2026.

Data tersebut diperoleh dari pemeriksaan kesehatan terhadap siswi kelas VII SMP dan kelas X SMA sederajat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan angka itu masih tergolong tinggi.

“Padahal berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun adalah 15,5 persen,” kata Hendra di Tigaraksa, Jumat (7/8/2026).

Menurut Hendra, tingginya angka anemia berkaitan dengan rendahnya kepatuhan remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Karena itu, Dinas Kesehatan menggencarkan berbagai program pencegahan bersama Kementerian Kesehatan dan sejumlah instansi terkait.

Baca Juga :  Amanah Terakhir Try Sutrisno Dipenuhi Keluarganya

Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Quick Wins bidang kesehatan bagi anak usia sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar. Selain itu, dilakukan skrining kesehatan mandiri dan pengukuran status gizi.

Petugas juga memeriksa kesehatan indera, kebugaran, kesehatan gigi, dan kesehatan jiwa. Pemeriksaan laboratorium turut dilakukan untuk mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan.

Dinas Kesehatan juga membagikan Tablet Tambah Darah kepada remaja putri di sekolah.

Program itu bertujuan mendeteksi anemia lebih dini sekaligus mencegah dampaknya terhadap kesehatan pelajar.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan prevalensi anemia remaja putri di Provinsi Banten mencapai sekitar 37,1 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional.

Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin atau sel darah merah berada di bawah batas normal.

Kondisi itu menyebabkan pasokan oksigen ke jaringan tubuh berkurang. Akibatnya, penderita mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

“Kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa dan siswi usia sekolah,” ujar Hendra.

Baca Juga :  302 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Terinfeksi ISPA

Ia menilai intervensi kesehatan pada usia sekolah memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Menurutnya, manfaat tersebut juga dapat dirasakan hingga generasi berikutnya.

Hendra mengungkapkan Kabupaten Tangerang memiliki 2.449 sekolah pada tahun ajaran 2025/2026. Jumlah itu terdiri atas 1.352 SD/MI, 626 SMP/MTs, dan 471 SMA/SMK/SKh/MA. Total peserta didik di seluruh jenjang mencapai 711.072 orang.

Pekan lalu, Dinas Kesehatan menggelar Cek Kesehatan Gratis bagi 1.500 siswa SMKN 2 Sepatan. Program tersebut diresmikan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Hendra menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat edukasi gizi, skrining anemia, dan pemberian Tablet Tambah Darah.

Program itu menyasar remaja putri di SMP, MTs, SMA, SMK, MA, hingga pesantren.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini