KAI menutup ribuan perlintasan liar untuk meningkatkan keselamatan dan menekan risiko kecelakaan kereta api.
Aktual Tangerang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius. Penanganan dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut perlintasan liar berisiko tinggi. Perlintasan tersebut tidak dilengkapi pengamanan memadai.
Ia menjelaskan lokasi liar berada di luar pengaturan resmi. Kondisi itu mempersempit ruang aman antara kereta dan aktivitas warga.
“Setiap perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan,” ujar Bobby, Jumat (1/5/2026)
Ia menegaskan penanganan dilakukan bersama pemerintah. Langkah termasuk penutupan perlintasan yang tidak memenuhi ketentuan.
“Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta,” katanya.
Bobby menambahkan, setiap perlintasan harus memenuhi standar keselamatan. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dan operasional kereta.
Ia menyebut penataan perlintasan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Aspek regulasi, infrastruktur, dan perilaku masyarakat harus berjalan seimbang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan data terbaru. Tercatat 3.888 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra. Sebanyak 1.089 titik di antaranya merupakan perlintasan liar. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian bersama.
“Perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang harus dikelola,” ujar Anne.
Ia menegaskan penutupan perlintasan liar bagian dari penataan. Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas.
“Penutupan membuat interaksi kereta dan kendaraan lebih aman,” katanya.
Sejak 2017 hingga April 2026, KAI menutup 2.220 perlintasan liar. Penutupan dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait.
Upaya ini bertujuan mengurangi potensi kecelakaan di titik rawan. Ruang aman di perlintasan diharapkan lebih terkelola.
“Langkah ini mengarahkan masyarakat ke penyeberangan yang lebih aman,” ujarnya.
KAI juga melakukan peningkatan perlintasan menjadi tidak sebidang. Peningkatan dilakukan melalui pembangunan flyover dan underpass.
Sebanyak 564 titik telah ditangani bersama pemerintah dan Kementerian Perhubungan. “Penanganan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Anne.
Dalam periode 2024 hingga April 2026, KAI gencar sosialisasi keselamatan. Sebanyak 4.988 kegiatan sosialisasi dilakukan di berbagai perlintasan.
Selain itu, 687 edukasi digelar di sekolah dan tempat ibadah. KAI juga memasang 1.745 media peringatan keselamatan.
“Edukasi penting untuk membangun kesadaran disiplin berlalu lintas,” ujarnya.
Anne menilai disiplin masyarakat menjadi faktor utama keselamatan. Pengalaman negara lain menunjukkan hal serupa.
“Kebiasaan berhenti dan memastikan aman harus dijaga,” katanya.
Ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban di perlintasan. Upaya ini bagian dari perlindungan bersama.
“Risiko di perlintasan berdampak luas bagi masyarakat,” tutup Anne.
Pemkab Tangerang Evaluasi Perlintasan Kereta Liar
Pemkab Tangerang akan mengevaluasi perlintasan kereta tidak resmi. Perlintasan tersebut masih digunakan kendaraan tanpa palang pintu.
Evaluasi dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Langkah ini menyusul insiden maut di Bekasi Timur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan rencana tersebut. Ia mengatakan akan memeriksa kondisi palang pintu di lapangan.
“Nanti saya cek apakah masih ada palang pintu belum standar,” ujarnya.
Soma menilai palang pintu sangat penting bagi keselamatan pengguna jalan. Fasilitas itu menjadi perlindungan utama di perlintasan kereta.
“Palang pintu sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa,” katanya.
Ia mengungkapkan pemerintah daerah pernah membangun fasilitas serupa. Pembangunan dilakukan di wilayah Cikuya beberapa tahun lalu.
“Pembangunan di Cikuya menjadi bagian tanggung jawab daerah,” ujarnya.
Fokus Evaluasi dan Pendataan
Pemkab Tangerang akan melakukan pendataan perlintasan secara menyeluruh. Langkah ini untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi.
Selain palang pintu, fasilitas lain juga menjadi perhatian. Fasilitas tersebut meliputi rambu, lampu sinyal, dan penjagaan petugas.
“Fasilitas pendukung diperlukan untuk menekan risiko kecelakaan,” kata Soma.
Perlintasan Stasiun Poris Rawan Kecelakaan
Dinas PUPR Kota Tangerang memperbaiki jalan rusak di perlintasan rel Stasiun Poris. Perbaikan dilakukan di Jalan Maulana Hasanuddin, Batuceper.
Langkah ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan. Perbaikan juga bertujuan mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Iwan Nursyamsu menyebut kerusakan jalan sebelumnya cukup parah. Kondisi itu disebabkan tingginya beban lalu lintas harian.
“Kami melakukan pengaspalan agar jalan kembali aman dilalui,” ujar Iwan.
Perbaikan difokuskan di sekitar perlintasan rel Stasiun Poris. Lokasi tersebut menjadi jalur penting mobilitas kendaraan.
Perlintasan menghubungkan Jalan Maulana Hasanuddin dengan Jalan Benteng Betawi. Kawasan ini juga mengarah ke pusat Kota Tangerang.
Iwan menyebut perbaikan dilakukan pada malam hari. Hal ini untuk mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas. “Kami memilih malam hari agar tidak menimbulkan kemacetan,” katanya.
PUPR Tangerang terus memantau kondisi jalan pascaperbaikan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kualitas perbaikan tetap terjaga. ***








Leave a Reply