Seorang pria berinisial R diamankan Polres Jaksel usai diduga mencabuli anak tetangganya yang mengidap autisme.
Aktual Tangerang – Seorang pria berinisial R alias IW diamankan Polres Jakarta Selatan (Jaksel). Ia diduga mencabuli anak tetangganya yang mengidap autisme.
Peristiwa itu terjadi Senin (2/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban merupakan anak laki-laki berinisial A, berusia delapan tahun.
Ayah korban, G, menjelaskan kejadian bermula saat istrinya menjemput anak di sekolah.
“Pihak sekolah bilang anak saya sudah pulang lebih dulu,” kata G.
Mendengar informasi itu, istri G langsung kembali ke rumah. Namun, korban tidak ditemukan di rumah.
“Istri saya hanya menemukan seragam sekolah anak,” ujar G.
Korban diketahui sering bermain di rumah terduga pelaku. Keluarga korban tinggal di Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu.
Ibu korban kemudian mendatangi rumah R. “Istri saya mengetuk pintu rumah pelaku,” kata G.
Sekitar lima menit kemudian, pintu baru dibuka. “Istri saya curiga karena pintu lama dibuka,” ujarnya.
Saat pintu terbuka, pelaku hanya mengenakan handuk. Korban ditemukan berada di dalam rumah terduga pelaku. Ibu korban kemudian memeriksa kondisi tubuh anaknya.
“Istri saya kaget melihat dubur anak saya memerah,” kata G.
Dalam kondisi panik, ia langsung menghubungi suaminya. Peristiwa tersebut segera diketahui warga sekitar. Warga kemudian mendatangi rumah terduga pelaku.
“Pelaku sempat dihakimi warga,” ujar G.
Namun, Ketua RT segera mengamankan situasi.b“Pelaku langsung diserahkan ke polisi,” kata G.
Korban kemudian dibawa ke RSCM untuk visum. Sementara itu, terduga pelaku diamankan ke Mapolres Jakarta Selatan. Kasus tersebut kini dalam penanganan polisi.
G menyebut terduga pelaku tinggal seorang diri. “Dia belum menikah dan usianya sekitar 50 tahun,” ujarnya.
Menurut G, R telah lama mengontrak rumah tersebut. Ia juga bekerja di tempat hiburan karaoke.
G mengaku tidak menyangka pelaku melakukan perbuatan tersebut. “Saya sering main bola dan futsal bareng dia,” katanya.
Korban kerap bermain di rumah pelaku karena diiming-imingi ponsel. “Di rumah, anak saya dibatasi main HP,” ujar G.
G menduga pelaku memanfaatkan hal tersebut. “Pelaku pakai itu untuk membujuk anak saya,” katanya. ***









Leave a Reply