Banjir di Kabupaten Tangerang sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 merendam 804 hektare sawah di 15 kecamatan. Sebanyak 29,5 hektare dilaporkan mengalami gagal panen.
Aktual Tangerang – Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 berdampak signifikan terhadap sektor pertanian.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 804 hektare lahan persawahan terdampak banjir.
Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan lapangan petugas DPKP di sejumlah wilayah terdampak.
“Per Januari 2026, tercatat 804 hektare sawah terdampak banjir,” ujar Bambang, Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (22/1/2026).
Menurut Bambang, lahan persawahan yang terdampak banjir tersebar di 15 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, dan Sukadiri.
Selain itu, banjir juga merendam area persawahan di Kecamatan Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk, serta Sukamulya.
“Total sawah terdampak tersebar di 15 kecamatan,” ungkapnya.
Sebagian besar sawah yang terdampak merupakan tanaman padi varietas Inpari, Ciherang, dan Mekongga. Dampak terparah terjadi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka.
“Di Carenang, terdapat 107 hektare sawah varietas Inpari dan Ciherang yang terdampak banjir,” kata Bambang.
Selain merendam lahan, banjir juga menyebabkan gagal panen di sejumlah area. “Sebanyak 29,5 hektare sawah mengalami puso akibat banjir,” jelasnya.
DPKP Kabupaten Tangerang saat ini terus melakukan pendataan lanjutan serta koordinasi untuk upaya penanganan dan pemulihan lahan pertanian pascabanjir.









Leave a Reply