Pemkab Tangerang Tetapkan Darurat Banjir di 24 Kecamatan

Adi Subchan - 14 January 2026

Pemkot Tangerang dukung normalisasi Sungai Cirarab. Normalisasi diharapkan kurangi banjir Periuk dan lindungi warga. (Foto: Aktual Tangerang/Robby Kurniawan/Ilustrasi)
Pemkot Tangerang dukung normalisasi Sungai Cirarab. Normalisasi diharapkan kurangi banjir Periuk dan lindungi warga. (Foto: Aktual Tangerang/Robby Kurniawan/Ilustrasi)

Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat banjir di 24 kecamatan akibat curah hujan tinggi dan meluasnya genangan.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana akibat banjir di 24 kecamatan.

Penetapan status dilakukan setelah evaluasi data banjir dan potensi curah hujan tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan status darurat segera diberlakukan.

“Kami menetapkan status tanggap darurat berdasarkan evaluasi data dan luas banjir,” kata Taufik, Rabu (14/1/2026).

Ia menyebut curah hujan tinggi berpotensi memperluas dampak banjir di wilayah Tangerang. Menurut Taufik, status darurat mempermudah koordinasi lintas sektor penanggulangan bencana.

“Langkah ini untuk mempercepat penanganan dan mengurangi risiko dampak lebih luas,” katanya.

Baca Juga :  Langganan Banjir, Warga Margasari Tigaraksa Minta Direlokasi

Status tanggap darurat juga memungkinkan percepatan penyediaan sarana dan prasarana darurat. “Pemenuhan kebutuhan warga terdampak bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Taufik.

BPBD mencatat sekitar 10 ribu kepala keluarga terdampak banjir. Jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 45 hingga 50 ribu jiwa.

Meski wilayah terdampak meluas, genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.

“Yang surut cukup banyak, meski ada wilayah terdampak limpahan Sungai Cidurian,” kata Taufik.

BPBD bersama instansi terkait terus melakukan langkah penanganan banjir. Upaya tersebut meliputi pembangunan pompa air dan normalisasi aliran sungai. Pengaturan pintu air juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir.

Taufik menyebut wilayah Kosambi menjadi prioritas penanganan banjir.

“Di Kosambi direncanakan normalisasi saluran dan pembangunan rumah pompa,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Pagar Laut, Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini