Banjir akibat luapan Sungai Cimanceuri kembali merendam Desa Margasari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Aktual Tangerang – Banjir kembali melanda Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/1/2026).
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cimanceuri yang menerima kiriman air dari Bogor, Jawa Barat.
Warga menyebut banjir di wilayah tersebut merupakan masalah tahunan. Dalam setahun, banjir biasanya terjadi hingga tiga kali.
Meski tanpa hujan lebat, Desa Margasari tetap tergenang saat debit sungai meningkat.
Seorang warga, Suhedi, mengatakan banjir telah terjadi sejak dekade 1990-an.
“Saya tinggal di sini sejak 2005, banjir sudah ada sejak tahun 90-an,” kata Suhedi.
Menurutnya, kondisi banjir semakin parah setelah pembangunan kawasan Citra Raya Tangerang. “Sebelum ada pembangunan (Citra Raya), banjir tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia menyebut urukan tanah di bantaran sungai memperparah luapan air ke permukiman. “Air akhirnya lari ke pemukiman warga di sini,” katanya.
Suhedi menjelaskan banjir mulai terjadi sejak pukul 05.00 WIB pagi. Ia sempat mengevakuasi motor, dokumen penting, pakaian, dan barang elektronik.
“Karena sering banjir, saya sudah tahu kapan sungai meluap,” ucapnya.
Suhedi mengaku lelah menghadapi banjir yang terus berulang setiap tahun. Ia berharap Pemkab Tangerang segera melakukan normalisasi Sungai Cimanceuri.
“Harapannya sungai dikeruk dan warga bisa direlokasi,” kata Suhedi.
Data mencatat sebanyak 30 rumah warga terendam banjir di Desa Margasari. Air sungai mengalir deras ke permukiman karena tidak adanya tanggul penahan. Sebagian warga mengungsi ke musala dan majelis taklim setempat.
Camat Tigaraksa Cucu Aburrosyied membenarkan banjir terjadi sejak pagi hari.
“Sejak kemarin sore hingga hari ini tidak turun hujan,” ujar Cucu.
Ia menyebut tingginya debit air berasal dari wilayah hulu Bogor. “Jika air di hulu berkurang, genangan di sini juga akan surut,” katanya.
Cucu menyebut pihak kecamatan terus memantau titik rawan banjir di Tigaraksa.
Selain rumah, banjir juga merendam dua blok sawah seluas 108 hektare. Sawah tersebut berada di Blok Dua dan Blok Tiga wilayah Margasari.
“Sawah itu milik perusahaan atau developer, bukan milik perorangan,” ujar Cucu.









Leave a Reply