Pemkot Tangsel memperpanjang tanggap darurat sampah selama 14 hari. Pengiriman sampah hingga 200 ton per hari dilakukan ke Bogor.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperpanjang status tanggap darurat pengelolaan sampah selama 14 hari. Perpanjangan berlaku mulai 5 hingga 19 Januari 2026.
Keputusan diambil setelah evaluasi menunjukkan tumpukan sampah belum sepenuhnya terkendali.
Selama masa darurat, penanganan sampah dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk perusahaan pengelola di Cileungsi, Bogor.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menjelaskan pengiriman sampah mencapai 200 ton per hari.
“(Tipping fee pengiriman sampah) Rp 450 ribu per ton,” kata Pilar usai rapat darurat sampah, Senin (12/1/2026).
Pengiriman sampah bersifat sementara dan hanya berlangsung selama masa tanggap darurat.
“Kerja sama ini diketahui serta didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” jelas Pilar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel Bani Khosyatullah mengatakan 200 ton per hari merupakan batas maksimal pengiriman.
“Target kita 200 ton per hari, kadang 170 ton, kadang 160 ton,” ujar Bani.
Ia menegaskan, pengangkutan sampah difokuskan di lokasi krusial dengan penumpukan tinggi.
“Pengangkutan tidak di semua titik, kami menyisir lokasi sampah menggunung, salah satunya di Ciputat,” ucap Bani.
Bani berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait terus terjalin.
“Kami berharap kerja sama semua pihak mengolah sampah dari hulu ke hilir,” kata Bani.
Ia menekankan fokus pada titik umum yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Terutama di titik-titik tempat umum yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.








Leave a Reply