Kapolres Tangsel memastikan kematian siswa SMPN 19 bukan akibat bullying, melainkan tumor kepala berdasarkan pemeriksaan ahli.
Aktual Tangerang – Polisi memastikan kematian siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukan akibat perundungan (bullying).
Korban dinyatakan meninggal dunia karena mengidap tumor di bagian kepala. Kesimpulan itu diperoleh setelah pemeriksaan saksi dan ahli secara menyeluruh.
“Kami melakukan penyelidikan komprehensif berdasarkan keterangan saksi dan bukti ilmiah,” kata Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang.
Victor menjelaskan, polisi telah memeriksa saksi dari sekolah, rumah sakit, keluarga, dan teman korban. Total saksi yang diperiksa berjumlah 14 orang dari berbagai pihak terkait.
Selain saksi, polisi juga melibatkan enam orang ahli dari berbagai disiplin medis dan hukum.
“Kami ingin memastikan penyebab kematian korban secara objektif dan ilmiah,” ujarnya.
Hal senada dikatakan ahli forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen. “Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal akibat tumor di kepala,” kata Liauw.
Ia menjelaskan, tumor tersebut menyebabkan pendarahan dan penyumbatan cairan di otak. Kondisi itu memicu gangguan pernapasan hingga berujung kematian.
Liauw menegaskan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. “Pemeriksaan MRI tidak menunjukkan adanya bekas kekerasan,” ujarnya.
Sebelumnya, korban berinisial MH sempat diduga meninggal akibat bullying di lingkungan sekolah.
MH meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Pihak sekolah menyatakan korban tidak pernah melaporkan dugaan perundungan. Kepala SMPN 19 Tangsel, Frida Tesalonik, menyebut wali kelas rutin memantau kondisi siswa.
“Wali kelas selalu menanyakan kondisi dan pergaulan siswa di kelas,” kata Frida.









Leave a Reply