Penyebab Tangerang Raya Jadi Sarang Narkoba

Adi Subchan - 23 December 2025

BNNP Banten menetapkan Tangerang Raya sebagai wilayah paling rawan peredaran narkoba sepanjang tahun 2025. (Foto: Ist/Ilustrasi)
BNNP Banten menetapkan Tangerang Raya sebagai wilayah paling rawan peredaran narkoba sepanjang tahun 2025. (Foto: Ist/Ilustrasi)

BNNP Banten menetapkan Tangerang Raya sebagai wilayah paling rawan peredaran narkoba sepanjang tahun 2025.

Aktual Tangerang – BNNP Banten menetapkan wilayah Tangerang Raya sebagai kawasan paling rawan peredaran narkoba sepanjang 2025.

Kerawanan tersebut dipengaruhi letak geografis strategis, akses transportasi, serta tingginya mobilitas penduduk.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid menyebut kondisi itu dimanfaatkan jaringan narkotika lintas daerah.

“Tangerang Raya berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dan memiliki akses darat, laut, serta udara,” ujar Rohmad, Senin (22/12/2025).

Ia menilai keberadaan kawasan industri dan permukiman padat memperbesar potensi peredaran narkotika.

“Kondisi geografis ini menjadikan Tangerang Raya sangat rentan dimanfaatkan jaringan narkotika,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Apartemen di Tangerang, Ditemukan Narkoba dan Senjata Api

Rohmad menyebut aktivitas ekonomi menciptakan pola peredaran narkoba yang cepat berpindah lokasi.

“Mobilitas penduduk tinggi menjadi celah sindikat. Pola peredaran mengikuti pergerakan manusia,” tegasnya.

Sepanjang 2025, BNNP Banten mengungkap 23 berkas kasus tindak pidana narkotika. Jumlah tersebut melampaui target pengungkapan sebanyak 20 kasus.

Sebanyak 20 tersangka diamankan, terdiri dari 17 laki-laki dan tiga perempuan. Seluruh tersangka merupakan WNI, mayoritas lulusan SMA dan berusia di atas 30 tahun.

Barang bukti yang disita berupa 5,7 kilogram sabu, 14,5 kilogram ganja, dan 210 butir ekstasi. Nilai nominalnya, mencapai Rp5,8 miliar.

Tak hanya itu, pengungkapan tersebut berpotensi menyelamatkan lebih dari 52.000 jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Rohmad memastikan pemberantasan narkotika dilakukan secara terintegrasi lintas sektor.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci pengungkapan jaringan narkotika di Banten,” ujarnya.

Baca Juga :  Selidiki Peredaran Narkoba di Penjara, Polisi Setrum Ammar Zoni?

BNNP Banten melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Bea Cukai, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Ke depan, Tangerang Raya tetap menjadi fokus operasi pemberantasan narkotika.

Fokus tersebut mempertimbangkan arus penduduk yang fluktuatif dan tren penggunaan narkoba yang berkembang.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini