Daftar RS di Tangerang yang Melayani Pasien Pengidap HIV

Adi Subchan - 02 December 2025

Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV hingga April 2026. Sebanyak delapan kasus ditemukan pada balita dan 167 kasus pada usia produktif. (Foto: SHUTTERSTOCK/Ilustrasi)
Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV hingga April 2026. Sebanyak delapan kasus ditemukan pada balita dan 167 kasus pada usia produktif. (Foto: SHUTTERSTOCK/Ilustrasi)

Pemkot Tangerang memperluas layanan HIV/AIDS dari 42 menjadi 54 faskes untuk mempermudah akses pemeriksaan dan pengobatan ODHIV.

Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang menambah layanan penanganan HIV/AIDS dari 42 menjadi 54 fasilitas kesehatan (faskes).

Kebijakan ini mempermudah akses pemeriksaan dan pengobatan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Upaya tersebut mendukung target zero kasus baru, zero kematian, dan zero stigma pada 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni menjelaskan perluasan itu mencakup puskesmas dan rumah sakit.

“Sebanyak 54 faskes kini membuka layanan HIV. Termasuk 39 puskesmas dan RSUD Tangerang,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Ia menyebut rumah sakit swasta juga menyediakan layanan serupa. Fasilitas itu meliputi RS Annisa, RS Dinda, RS Hermina Tangerang, dan RS Hermina Ciledug.

Baca Juga :  Kisruh Jalan Puspitek, Pemkot Tangsel Takut Hadapi BRIN

Layanan lain tersedia di RS Karang Tengah Medika, RS Mulya, RS Tiara, dan RSUP Dr. Sitanala.

Selain itu, RS EMC, RSUD Benda, RS Sari Asih Ciledug, RS Islam Sari Asih Arrahmah, dan RS Daan Mogot.

“Tambahan 12 layanan baru membuat akses kesehatan bagi ODHIV semakin mudah,” kata Dini.

Masyarakat dapat melakukan konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan HIV di semua faskes tersebut.

“Ini langkah penting menuju target zero kasus baru dan zero kematian pada 2030,” ujarnya.

Dini menambahkan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Lindungi Pekerja Rentan, Pemkot Tangsel Kucurkan Rp2,79 Miliar

Program itu mencakup capacity building dan brainstorming bersama komunitas WDI Suara. “Kami ingin menemukan kasus sedini mungkin agar cepat ditangani,” jelas Dini.

Ia menegaskan skrining dilakukan di faskes, ibu hamil, calon pengantin, hotel, dan tempat hiburan.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini