Selama ini, ketika membahas pengaruh makanan ke kesehatan, fokus kita sering tertuju pada jenis makanan seperti rendah lemak, bebas gula, atau tinggi serat. Namun, tahukah kamu bahwa waktu makan juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.
Menurut penelitian terbaru, menyelaraskan waktu makan dengan ritme sirkadian tubuh atau yang dikenal sebagai jam biologis dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.
Apa Itu Ritme Sirkadian dan Kenapa Penting?
Ritme sirkadian adalah sistem internal tubuh yang mengatur siklus tidur, metabolisme, dan hormon berdasarkan waktu biasanya berputar setiap 24 jam. Makan di luar ritme alami ini, seperti terlalu malam atau melewatkan sarapan, dapat menyebabkan gangguan metabolik yang berujung pada peningkatan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Agil Wahyu Wicaksono, dosen FK IPB University, menjelaskan bahwa makan terlalu malam dapat mengganggu insulin, meningkatkan tekanan darah, dan memperburuk metabolisme lemak. Sebaliknya, makan lebih awal, seperti sarapan pagi dan makan malam sebelum pukul 8 malam, bisa membantu menjaga kestabilan gula darah dan kadar kolesterol.
Studi: Melewatkan Sarapan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Salah satu studi besar dari AS dan Jepang yang melibatkan 200 ribu orang menunjukkan bahwa melewatkan sarapan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 21%. Bahkan, angka kematian dari segala penyebab juga meningkat hingga 32%.
Sarapan sehat membantu mengatur ritme sirkadian dan memberikan energi stabil sepanjang hari, mengurangi keinginan ngemil berlebih atau makan tidak teratur di malam hari.
Bahaya Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
American Heart Association memperingatkan bahwa makan berat kurang dari dua jam sebelum tidur bisa:
- Meningkatkan risiko obesitas
- Memicu sindrom metabolik
Memperparah inflamasi tubuh
Studi lain juga menunjukkan bahwa konsumsi kalori terbesar di pagi hari—bukan malam lebih mendukung kontrol gula darah dan sensitivitas insulin.
Pola Makan yang Dianjurkan: Intermittent Fasting dan eTRE
Beberapa pola makan modern seperti:
- Early Time-Restricted Eating (eTRE): makan hanya di rentang waktu pagi hingga sore (misalnya 08.00–18.00).
- Alternate-Day Fasting (ADF): puasa bergantian tiap hari.
Keduanya terbukti dapat:
- Menurunkan berat badan
- Mengurangi tekanan darah
- Memperbaiki kadar kolesterol dan trigliserida
Kesimpulan: Atur Waktu Makan, Jaga Kesehatan Jantung
Pengaruh makanan ke kesehatan bukan hanya tentang apa yang kamu makan, tapi kapan kamu makan. Menyesuaikan pola makan dengan ritme tubuh dapat:
- Mencegah penyakit jantung
- Menstabilkan berat badan
- Memperbaiki metabolisme tubuh
Mulailah dengan langkah kecil: sarapan sehat, makan malam lebih awal, dan hindari camilan larut malam. Tubuhmu akan berterima kasih nanti.
Sumber foto: depositphotos
Yuk, baca lebih banyak informasi inspiratif dan aktual lainnya hanya di website Aktual Tangerang dan follow kami di Instagram dan Tiktok.











Leave a Reply