Cegah Bullying, Kelas Sekolah di Tangsel Dipasang CCTV

Adi Subchan - 19 November 2025

Dinas Pendidikan Tangsel akan memasang CCTV di seluruh kelas untuk meningkatkan keamanan sekolah usai kasus bullying di SMPN 19. (Foto: Net/Ilustrasi)
Dinas Pendidikan Tangsel akan memasang CCTV di seluruh kelas untuk meningkatkan keamanan sekolah usai kasus bullying di SMPN 19. (Foto: Net/Ilustrasi)

Dinas Pendidikan Tangsel akan memasang CCTV di seluruh kelas untuk meningkatkan keamanan sekolah usai kasus bullying di SMPN 19.

Aktual Tangerang – Dinas Pendidikan Tangsel berencana akan memasang kamera CCTV di seluruh ruang kelas.

Langkah ini muncul setelah kasus bullying di SMPN 19 yang menyebabkan seorang siswa meninggal dunia.

Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Deden Deni menyebut CCTV saat ini hanya ada di luar gedung. Ia menegaskan pemasangan tambahan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami ingin memastikan keamanan siswa dan kenyamanan orang tua,” kata Deden, Rabu (18/11/2025).

“Penambahan CCTV di semua kelas menjadi upaya penting menjaga keamanan sekolah,” tambahnya.

Deden menilai kasus dugaan perundungan di SMPN 19 menjadi pelajaran besar bagi sekolah. Katanya, fasilitas pendukung harus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.

“Peristiwa ini mengingatkan kami agar program pencegahan berjalan optimal,” pungkas Deden.

Baca Juga :  Cegah Bullying, Siswa di Tangerang Dibatasi Pegang Gadget

Terduga Pelaku Bullying Belajar Secara Daring

Sebelumnya, Kepala Dindikbud Tangsel Deden Deni mengatakan terduga pelaku bullying di SMPN 19 Tangsel mendapat opsi mengikuti pembelajaran secara daring.

Kebijakan itu diberikan untuk memastikan hak anak dalam mengakses pendidikan tetap terpenuhi.

Kata Deden, pihaknya telah mengunjungi terduga pelaku bersama UPTD PPA. Ia menyebut pendampingan diberikan karena kondisi mental siswa tersebut dinilai tidak stabil.

“Hari ini kami beri opsi sekolah melalui Zoom untuk menjaga hak pendidikannya,” kata Deden, Selasa (18/11/2025).

Terduga pelaku mendapatkan pendampingan dari UPTD PPA dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan sekolah. Deden menegaskan, anak tersebut juga mengalami tekanan psikologis setelah kasusnya mencuat.

Mengenai proses hukum terhadap terduga pelaku bullying, kata Deden, kini ditangani Polres Tangsel. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya penanganan secara hukum kepada kepolisian.

Baca Juga :  Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Terhubung Kelompok Ekstremisme TCC

Deden menyebut beberapa siswa dan guru telah dimintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan. “Kami siap memberikan keterangan tambahan jika dibutuhkan penyidik,” ujarnya.

Terkait riwayat penyakit korban, Deden menyatakan tidak memiliki kewenangan menjelaskan. Ia menegaskan hasil medis diserahkan kepada pihak rumah sakit dan kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH meninggal di RS Fatmawati pada Minggu (16/11/2025). Sebelumnya korban menjalani perawatan lebih dari satu pekan.

Kakak sepupu korban, Rizky Fauzi, menyatakan MH sempat bercerita mengalami perundungan oleh teman sebangkunya. Peristiwa diduga terjadi pada 20 Oktober 2025 saat jam istirahat sekolah.

Pelaku disebut menghantam kepala korban menggunakan kursi besi hingga mengalami luka serius.

MH kemudian dirawat intensif hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini