Warga Serua Indah sudah menunggu selama tiga bulan tempat tinggalnya diperbaiki. Rumahnya termasuk dalam Program Bedah Rumah.
Aktual Tangerang – Sudah tiga bulan laporan kerusakan hunian hasil program bedah rumah diajukan hingga kini belum ada perbaikan
Pemilik rumah di Gang Suka Makmur, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Amsiyah, mengatakan padahal rumahnya baru selesai dibangun namun ditemukan beberapa masalah.
“Saya sudah melapor persoalan ini ke pihak terkait, tapi belum diperbaiki juga sampai sekarang,” kata Amsiyah kepada Aktualtangerang.com, Senin (17/11/2025).
Amsiyah menceritakan, yang pertama kali mengetahui permasalahan ini menantunya, Fitri. Katanya, ada rembesan air dari dalam bangunan yang membuat kasur basah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Diketahui, rembesan berasal dari kebocoran area kamar mandi.
“Setiap hujan atau kamar mandi dipakai, air merembes sampai ke kamar,” ujar Fitri.
Ia berharap ada respons cepat dari pelaksana program agar rumah kembali layak huni.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah nyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Instruksi Wakil Wali Kota Tangsel
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meminta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) segera bertindak.
Instruksi itu menyusul laporan adanya rumah program bedah rumah yang rusak di Gang Suka Makmur, Kelurahan Serua Indah, Ciputat.
Rumah tersebut diketahui baru satu tahun diresmikan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Rumah itu harus dicek. Kalau rusak karena konstruksi, ya harus diperbaiki. Saya tindak lanjuti,” kata Pilar, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, selama ini program bedah rumah Disperkimta tidak pernah bermasalah dari sisi pembangunan maupun kualitas material.
“Yang lain saya lihat bagus. Ada yang sudah dua hingga lima tahun masih kuat,” ucapnya.
Meski begitu, Pilar menegaskan akan mengecek langsung kondisi rumah tersebut melalui dinas terkait.
“Nanti saya cek ke Dinas Perkim. Kalau rusak karena material, harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.
Sebelumnya, pemilik rumah, Nikma Jasmine, mengaku kerusakan mulai muncul bahkan sebelum rumah genap berusia satu tahun.
“Kalau hujan bocor. Gentengnya tipis, plafonnya dari bahan seperti kapur jadi gampang busuk,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Nikma mengatakan, dirinya sudah beberapa kali melapor ke pihak kelurahan dan penanggung jawab proyek, namun belum ada hasil memuaskan.
“Saya sudah lapor. Diperbaiki sedikit, tapi plafon kamar mandi malah ambruk,” ungkapnya.
Menurutnya, perbaikan dengan waterproof juga tidak efektif karena kebocoran justru bertambah banyak.
Ia menuturkan, laporan kepada lurah juga belum mendapat respons. “Saya sudah ngomong ke Ibu Lurah. Katanya cuma dikira ambruk saja,” pungkas Nikma.









Leave a Reply