Kampong Robot di Ciputat menjadi pusat edukasi robotik di Tangsel. Tempat ini lahirkan banyak inovator muda dan bermitra dengan ribuan peserta.
Aktual Tangerang – Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki destinasi edukatif bernama Kampong Robot. Tangsel merupakan daerah penyangga Jakarta yang dikenal sebagai kota anggrek. Kota ini juga menjadi pusat hunian, perdagangan, dan jasa yang strategis.
Kampong Robot menjadi satu dari dua lokasi edukasi robotik di Indonesia. Tempat ini berada di Jalan Cilalung 3, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat.
Kampong Robot berdiri pada tahun 2019. Pendirinya adalah Firdiansyah, sarjana teknik elektro dari ITS Surabaya.
Saat berkunjung, pengunjung disambut ratusan robot berbagai ukuran dan bentuk. Robot-robot itu dipajang di gedung berukuran sekitar 500 meter persegi.
Di bagian dalam, etalase menampilkan karya anak-anak yang berlatih membuat robot. Mereka belajar membuat robot dari tingkat sederhana hingga tingkat coding lanjutan. Dari tempat ini lahir peserta didik yang berprestasi hingga tingkat internasional.
Firdiansyah mendirikan Kampong Robot untuk membangun komunitas belajar robotik. Ia ingin menginspirasi lembaga pendidikan agar menyelenggarakan robotik secara mandiri.

Menurutnya, bangsa sulit maju tanpa kreativitas dan inovasi generasi mudanya. Ia berharap Kampong Robot mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi anak-anak Indonesia.
“Kami ingin melatih anak-anak agar kreatif, inovatif, dan berprestasi. Bangsa tidak maju tanpa generasi muda yang kreatif dan inovatif,” ujarnya. “Robotik menjadi salah satu cara menumbuhkan kreativitas,” tambah Firdiansyah.
Ia menyebut sudah ribuan orang belajar di Kampong Robot. Firdiansyah juga menyebut lebih dari 1.000 sekolah dan 20 provinsi bermitra dengan tempat ini. Dan, pengunjung datang dari daerah seperti Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatra.
“Kantor ini sekaligus workshop kami. Di sini ada 50 karyawan dan 50 mahasiswa magang,” jelasnya.
Untuk belajar robotik, tersedia beberapa paket pelatihan. Biayanya berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Program bulanan tersedia mulai Rp500 ribu.Ada juga kunjungan Rp75 ribu dan paket Rp100 ribu,” terang Ferdiansyah.
Sebagian besar kegiatan dilakukan langsung di sekolah-sekolah.
Robot yang dipajang juga dijual kepada pengunjung. Harganya mulai dari Rp25 ribu hingga puluhan juta rupiah.
“Ada robot lucu seharga Rp25 ribu. Robot besar dengan fitur gerak dan menyanyi mencapai Rp20 juta,” katanya.
Ia berharap industri robot Indonesia dapat berkembang lebih luas. “Kita harus membangun ekosistem robotik. Jika ekosistem tumbuh, manufaktur akan ikut berkembang,” pungkas Ferdiansyah.











Leave a Reply