Proyek PSEL Tangsel Batal, Warga TPA Cipeucang Terbiasa Dibohongin Pemerintah

Adi Subchan - 29 October 2025

KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)
KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)

Warga sekitar TPA Cipeucang kecewa atas pembatalan proyek PSEL di Tangsel. Gunungan sampah makin tinggi dan mencemari lingkungan.

Aktual Tangerang – Pembatalan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan menimbulkan kekecewaan warga sekitar TPA Cipeucang.

Mereka kembali kehilangan harapan terbebas dari tumpukan sampah dan bau menyengat yang menahun.

Agus, warga yang tinggal di sekitar TPA Cipeucang, mengaku tidak terkejut dengan pembatalan proyek tersebut.

“Saya sudah tidak percaya lagi. Dari dulu sering dijanjikan tapi tidak pernah terealisasi,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Ia mencontohkan, proyek serupa seperti PLTU sampah juga tak pernah diwujudkan. Menurutnya, kondisi TPA kini makin parah dengan gunungan sampah yang menjalar ke lahan warga.

“Sekarang sampah sudah masuk ke tanah warga. Baunya luar biasa dan lalat sangat banyak,” katanya.

Baca Juga :  Proyek PSEL Batal, DPRD Tangsel Minta Audit Total

Ia menambahkan, bau busuk dan serangan lalat mengganggu aktivitas warga setiap hari. Agus juga khawatir tumpukan sampah yang semakin tinggi dapat longsor dan menimpa rumah warga.

“Gunung sampahnya sudah terlalu tinggi, bisa longsor ke permukiman,” ucapnya.

Selain bau dan longsor, air lindi dari tumpukan sampah mencemari sumur warga. Agus mengaku sudah delapan bulan membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

“Setiap hari saya beli empat galon air untuk minum dan masak. Air sumur sudah tak layak,” jelasnya.

Ia berharap Pemkot Tangsel segera memberikan solusi nyata bagi warga sekitar TPA Cipeucang.

“Jangan sampai kami terus dirugikan. Warga juga ingin hidup sehat dan layak,” tegas Agus.

Baca Juga :  Prabowo Batalkan Proyek PSEL Tangerang dan Tangsel

Ketua RT 006 RW 004 Kelurahan Serpong, Idil Tasdik, mengaku baru mengetahui pembatalan proyek dari media sosial. Menurutnya, keputusan itu memperpanjang penderitaan warga yang sudah lama hidup berdampingan dengan sampah.

“Warga sudah tidak nyaman. Bahkan ada yang berharap digusur saja daripada terus mencium bau busuk,” ujarnya.

Idil menilai, pemerintah harus segera menindaklanjuti masalah sampah meski proyek PSEL dibatalkan.

“Yang penting sampahnya dibereskan, jangan dibiarkan menumpuk,” tandasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini