BMKG menyebut Kabupaten Pandeglang berisiko tinggi terhadap gempa dan tsunami karena dipengaruhi empat sumber potensi bencana.
Aktual Tangerang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kabupaten Pandeglang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
Direktur Seismologi Teknik BMKG, Setyoajie Prayoedhie, mengatakan potensi itu dipengaruhi empat sumber utama bencana. Pertama, zona Megathrust selatan Jawa dengan potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,9. Kedua, zona sesar aktif seperti Semangko dan Ujung Kulon yang masih aktif bergerak.
“Ketiga, zona Graben Selat Sunda yang berpotensi menimbulkan longsor dasar laut. Dan, keempat, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa memicu tsunami,” terang Setyoajie, Rabu (22/10/2025).
Setyoajie mengingatkan masyarakat pada tsunami 22 Desember 2018 akibat longsoran Gunung Anak Krakatau. Peristiwa itu menerjang Kecamatan Sumur dan sekitarnya serta menimbulkan korban dan kerusakan.
Ia juga menyinggung gempa magnitudo 6,9 pada 2019 yang memicu kepanikan warga Pandeglang.
“Ancaman di Pandeglang bersifat kompleks, baik dari sumber tektonik maupun non-tektonik,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG menggelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) 2025 di Kecamatan Sumur, Pandeglang.
Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan membentuk masyarakat tangguh bencana.
Setyoajie menilai edukasi kebencanaan penting karena frekuensi gempa terus meningkat dan mekanisme tsunami makin kompleks.
“Risiko bencana dapat kita kurangi jika mitigasi dilakukan secara terencana dan melibatkan semua pihak,” katanya.








Leave a Reply