AAA Hidroponik by Kalia Farm di Cinangka, Depok membuka pintu bagi masyarakat yang ingin belajar seputar hidroponik secara gratis
Aktual Tangerang – Lima orang mahasiswa fokus mengamati tanaman kangkung di kawasan AAA Hidroponik, Cinangka, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/10/2025). Sambil memegang lembar catatan, mereka sesekali terlihat menancapkan alat ke dalam air tanaman hidroponik dengan sistem Green House.
Belakangan diketahui, mereka adalah Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta yang sedang praktek lapangan. Sayuran Kangkung Serimpi dan buah melon yang menjadi bahan penelitian mahasiswa Agribisnis UIN Jakarta.
Memang Kangkung Serimpi atau kangkung tipe daun sempit ini sangat cocok ditanam di kawasan dataran rendah dan menengah.
Adalah Iptu DR Umar Aryo Seno Junior, S.H., M.M pemilik AAA Hidroponik yang sejak lama menggeluti urban farming. Perwira Polisi yang hobi olahraga ini punya cerita unik bisa bercocok tanam di tengah kesibukan pekerjaan yang teramat sangat.
Saat ini dirinya memiliki dua buah Green House seluas 800 meter persegi dengan produksi tanaman sayur mayur dan buah-buahan organik. Dengan mempekerjakan lima orang dalam merintis usaha sayur mayur dan buah organik merek AAA Organic Fresh Hydroponic.
Ayah tiga anak ini tak menyangka kalau hobinya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas serta sejalan dengan program Presiden Prabowo yang gencar kampanye Program Ketahanan Pangan.
Manfaatkan Limbah Peralatan Rumah Tangga
Perkenalan dengan pertanian urban ini berawal dari kebijakan lockdown pemerintah saat Pandemi Covid-19 tahun 2020-2021. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini membuat lulusan SMA Negeri 1 Tangerang Selatan memutar otak agar bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur tanpa keluar rumah.
Situasi itu lahirlah ide penanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan di atap rumah. Pengetahuan dasar diperoleh dari YouTube, dan kemudian melakukan penanaman awal memanfaatkan limbah plastik, gelas air mineral sebagai media tanam.
“Awalnya hanya pakai gelas plastik bekas kita bolongin bawahnya, dan kasih nutrisi cair,” ujar Iptu DR Umar Aryo Seno Junior, S.H., M.M di halaman AAA Hidroponik, Cinangka, Depok, Rabu (22/10/2025).
Aryo mengatakan tren urban farming di tengah masyarakat metropolitan dan sekitarnya ini sangat menjanjikan. Aktivitas bercocok tanam hidroponik ini bisa membuka rezeki bagi siapapun, minimal untuk memenuhi konsumsi sayur mayur dan buah di keluarga.
Ayah tiga anak ini juga membuka pintu lebar bagi Gen-Z atau pemmuda yang ingin belajar tanaman hidroponik tinggal datang tanpa memikirkan biaya alias gratis. Sosialisasi ini juga sudah berjalan pada ibu rumah tangga (IRT) sekitar dan dari sekolah yang datang ke lokasi.
Pelatihan Urban Farming Gratis
Edukasi urban farming ini sudah menjadi konsen dan program kerja yang diusung oleh AAA Hidropnik. Selama ini, lahan Kalia Farm yang menggunakan sistem Green House ini sudah banyak dikunjungi oleh beberapa sekolah sekitar untuk mengedukasi tanaman sehat.
“(Hidroponik) Ini membuka lapangan kerja. Kami memberi jalan orang yang mau belajar hidroponik. Kami kasih gratis tanpa biaya,” ujarnya.
Walau tidak memungut biaya sepeser pun, Aryo memberikan isyarat bagi yang ingin menjadi aktivis urban farming atau petani kota. Dirinya menyodorkan dua syarat, yang menjadi pondasi dasar sebelum mengikuti sesi sharing pengetahuan seputar urban farming. Dua syarat itu adalah senang bercocok tanam dan siap membuat nyaman tanaman.
“Kalau dua syarat ini sudah ada, pasti jalannya akan lancar,” ujarnya.
Selain mudah, kata Aryo keuntungan urban farming ini juga bisa mengatur level rasa buah dan ukuran. Berdasarkan pengalaman, pemberian nutrisi ini sangat berpengaruh terhadap hasil tanaman hidroponik. Jika memberikan nutrisi air dalam jumlah tertentu, bisa berpengaruh terhadap kepekatan warna, ukuran buah dan juga rasa.
“Saya pernah coba, memberi nutrisi maksimal ternyata rasanya sedikit pahit. Sebaliknya kalau nutrisinya light, itu warna dan lebar buah bisa diatur,” ujarnya.
Beragam keunggulan tanaman hidroponik ini bukan berarti bebas dari kendala seperti petani konvensional. Dalam proses berjalan, kendala itu muncul, seperti hama, cuaca dan kondisi air. Akan tetapi, itu semua pasti ada jalan keluar.
Selamat mencoba!











Leave a Reply