Wali Kota Serang meninjau temuan limbah medis ilegal di Walantaka dan pastikan proses hukum terhadap pelaku pembuangan.
Aktual Tangerang – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meninjau lokasi temuan limbah medis di Perumahan Graha Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Limbah medis berupa selang infus, jarum suntik, hingga filter dialisis ditemukan berserakan di lahan terbuka.
“Limbah ini diduga berasal dari rumah sakit luar kota, khususnya Jakarta,” kata Budi Rustandi, Selasa (21/10/2025).
Ia menyebutkan, limbah termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), bahkan masih mengandung darah.
“Miris, karena kami temukan limbah medis yang masih basah dengan darah. Ini sangat membahayakan,” tegasnya.
Menurut hasil penelusuran awal, limbah dibuang oleh vendor pengelola limbah rumah sakit dari luar Kota Serang.
Pemkot Serang telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki dan memproses kasus ini secara hukum. “Ini pidana. Bisa dikenakan denda hingga Rp 3 miliar,” ujar Budi.
Budi juga meminta masyarakat, termasuk RT dan RW, aktif melapor jika menemukan pembuangan limbah ilegal.
“Saya minta RT, RW, warga, dan camat segera lapor ke Polsek bila melihat aktivitas mencurigakan,” ujarnya.
Ia memastikan Pemkot Serang akan mengambil tindakan tegas dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan.
“Kami tidak akan toleransi. Kota Serang harus bebas dari limbah B3 ilegal,” pungkasnya.
Imbau Masyarakat Jangan Sentuh Limbah
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farah Richi, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati, bahkan menyentuh limbah berbahaya tersebut.
DLH Kota Serang, kata Farah, memastikan seluruh limbah akan diangkut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
“Kami sedang menunggu jadwal dari vendor resmi yang akan menangani pembersihan lokasi agar limbah bisa segera diangkut dan diolah sesuai standar,” ujar Farah.
Ia memperingatkan, limbah tersebut sangat berbahaya karena berpotensi menularkan penyakit kepada manusia.
“Kami temukan banyak jarum suntik dan alat medis bekas. Jika itu berasal dari pasien penyakit menular, risikonya sangat tinggi,” jelasnya.








Leave a Reply