Dessi Juwita kabur subuh hari setelah dua hari disekap dan disiksa bersama suami dan rekannya di Pondok Aren, Tangsel.
Aktual Tangerang – Dessi Juwita, salah satu korban penyekapan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengungkapkan pengalaman pahit selama dua hari disekap.
Ia ditahan bersama suaminya, Indra alias Riky, serta dua rekannya oleh sekelompok orang di sebuah rumah.
Lokasi penyekapan berada di Jalan Eboni 2 Nomor 15, Pondok Aren, tanpa alasan jelas dari para pelaku.
“Selama dua hari, kami disiksa dengan sangat kejam oleh para pelaku,” ujar Dessi.
Subuh hari, sekitar pukul 04.50 WIB, Dessi melihat para penjaga rumah tertidur. “Satu perempuan dan tiga laki-laki tidur pulas. Saya pelan-pelan keluar dari kamar,” katanya.

Ia berjalan menuju pintu utama rumah. Beruntung, pintu itu ternyata tidak dalam keadaan terkunci. Namun, gerbang besi di bagian depan sulit dibuka. Dessi panik dan mencari jalur pelarian lain.
“Saya pindah ke samping rumah, panjat pagar besi, sampai celana saya robek,” ujar Dessi.
Begitu berhasil keluar, ia berlari sekuat tenaga. Tubuhnya gemetar, napasnya tak beraturan.
Di ujung gang, ia bertemu seorang kakek yang membantunya keluar ke jalan besar. “Saya tanya ini daerah mana. Katanya Taman Mangu, Pondok Aren,” tutur Dessi.
Tak lama, seorang sopir taksi berhenti dan bersedia menolong Dessi pulang ke rumah mertuanya di Cibubur.









Leave a Reply