Guru PAI SMP Al-Azhar BSD terapkan metode belajar kreatif dan interaktif untuk siswa cerdas atau akselerasi agar tidak mudah bosan.
Aktual Tangerang – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Al-Azhar BSD, Iik Hikmatul Hidayat, menerapkan metode unik untuk siswa cerdas atau akselerasi.
Metode ini dirancang agar pelajaran tetap menarik bagi siswa dengan kemampuan di atas rata-rata.
Menurut Iik, materi PAI yang diajarkan tetap sama seperti kelas reguler, tapi penyampaiannya harus berbeda.
“Anak akselerasi cepat bosan kalau hanya mendengar ceramah,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (13/10/2025).
Belajar Sejarah Islam Lewat Permainan dan Tantangan
Untuk mengajarkan sejarah Islam, Iik kerap menggunakan metode permainan cepat dan kompetitif.
Siswa dibagi secara spontan menjadi kelompok dan menjawab pertanyaan dalam hitungan detik.
Setelah permainan, ia kembali menyampaikan inti materi untuk memastikan pemahaman siswa tetap utuh.
“Kalau mereka sudah senang di kelas, pelajaran jadi lebih mudah dipahami,” ujar Iik.
Pahami Gaya Belajar, Sesuaikan Pendekatan
Iik juga menerapkan diagnostic test di awal tahun ajaran untuk mengetahui gaya belajar siswa. Tes ini membedakan apakah siswa bertipe visual, auditori, atau kinestetik.
“Kalau tidak tahu gaya belajarnya, guru bisa salah pendekatan,” jelasnya.
Ia menyesuaikan strategi mengajar agar sesuai kebutuhan masing-masing siswa di kelas akselerasi.
Menurut Iik, mengajar siswa akselerasi bukan hanya soal isi pelajaran, tetapi juga menciptakan tantangan berpikir. Ia menganggap kelas sebagai ruang eksplorasi, baik bagi siswa maupun dirinya sebagai guru.
“Anak akselerasi cepat tangkap dan cepat bosan. Buat mereka penasaran, pasti semangat,” ungkapnya.
Pendekatan Iik menunjukkan, strategi mengajar yang adaptif sangat penting bagi pengembangan potensi siswa cerdas istimewa.











Leave a Reply