Desainer Banten Tampil di Ajang IN2MF 2025

Adi Subchan - 13 October 2025

Dua desainer Banten promosikan wastra lokal di IN2MF 2025, ajang fesyen internasional di Jakarta, 8-12 Oktober 2025. (Foto: ANTARA)
Dua desainer Banten promosikan wastra lokal di IN2MF 2025, ajang fesyen internasional di Jakarta, 8-12 Oktober 2025. (Foto: ANTARA)

Dua desainer Banten promosikan wastra lokal di IN2MF 2025, ajang fesyen internasional di Jakarta.

Aktual Tangerang – Dekranasda Banten memperkuat promosi wastra daerah lewat ajang modest fashion internasional.

Dua desainer lokal tampil di Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2025, Jakarta.

Ajang fesyen ini berlangsung di JIEXPO Kemayoran pada 8-12 Oktober 2025, dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12.

Partisipasi ini merupakan strategi Dekranasda Banten untuk memperkenalkan kekayaan kain dan motif khas daerah di kancah global.

Ketua Dekranasda Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan keterlibatan tersebut sebagai langkah nyata dalam mempromosikan identitas budaya lokal.

Menurutnya, wastra Banten memiliki potensi besar untuk bersaing dalam industri mode nasional dan internasional.

“Keterlibatan ini memperkenalkan kain dan motif khas Banten ke panggung mode dunia,” ujar Tinawati di Serang, Sabtu.

Baca Juga :  Dana TKD Banten Dipangkas, Gaji PPPK Terancam

Libatkan Desainer Muda

Dekranasda berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor di bidang fesyen berbasis budaya lokal.

Tinawati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk mengembangkan potensi wastra Banten.

“Kami akan terus berkolaborasi agar wastra Banten lebih dikenal luas,” jelasnya.

Dua desainer muda asal Banten, Riana Kesuma dan Dewi Sambi, tampil pada sesi ke-10 parade IN2MF 2025.

Keduanya menampilkan wastra Banten bersama lima desainer nasional lainnya, menarik perhatian penonton dan pelaku industri.

Mereka merupakan desainer binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah. Kehadiran mereka membawa misi memajukan sektor fesyen daerah berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Gerombolan Monyet Berkeliaran di Sekitar Pemkot Tangsel

Riana Kesuma menampilkan delapan busana bertema kesederhanaan elegan dengan paduan motif klasik dan teknik batik berkualitas.

Koleksi tersebut dinilai cocok untuk berbagai suasana, baik kasual maupun formal.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Industri Kreatif

Ajang ini diharapkan menjadi awal dari kemajuan fesyen dan wastra Banten di pasar internasional.

Tinawati berharap keterlibatan ini menjadi pemicu tumbuhnya desainer muda berbakat dari Banten.

“Semoga ini bukan akhir, tapi awal perkembangan fesyen Banten ke depan,” tuturnya.

IN2MF 2025 menampilkan 1.650 karya dari 214 desainer nasional dan 11 desainer internasional.

Kehadiran desainer Banten menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan ekonomi kreatif lokal melalui wastra.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini