Kota Tangerang mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 5,19% pada triwulan IV 2025, menandakan peningkatan daya beli masyarakat.
Aktual Tangerang – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang mencatat penurunan angka kemiskinan hingga triwulan IV tahun 2025.
Tingkat kemiskinan turun menjadi 5,19 persen, dari sebelumnya 5,43 persen pada tahun 2024.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menyebut capaian ini sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia menegaskan program pembangunan di Kota Tangerang berjalan efektif dan tepat sasaran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren penurunan berlangsung sejak 2021.
Tahun 2021 tercatat 5,93 persen, lalu 5,77 persen pada 2022, dan naik tipis jadi 5,89 persen di 2023. Tahun 2024 turun lagi ke 5,43 persen, dan kini menyentuh 5,19 persen pada 2025.
“Pemkot Tangerang berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,24 persen atau sekitar 4.000 jiwa dibanding tahun lalu,” ujar Yeti.
Pemkot juga mencatat kenaikan garis kemiskinan sebesar 6,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan per kapita mencapai Rp838.535 per bulan, tertinggi kedua di Provinsi Banten. Peringkat pertama ditempati Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Menurut Yeti, kenaikan garis kemiskinan menandakan meningkatnya standar hidup dan daya beli masyarakat. Hal ini dinilai sebagai indikator positif dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemkot Tangerang menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Langkah ini bertujuan mendukung program pembangunan strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Angka kemiskinan di Kota Tangerang lebih baik dibanding daerah lain di Banten,” ujar Yeti.
Meski begitu, Pemkot tidak berpuas diri dan terus tingkatkan kinerja pembangunan sosial secara maksimal.









Leave a Reply