Hari Batik Nasional 2025 diperingati setiap tanggal 2 Oktober esok, wilayah Tangerang Raya pun punya corak khas
Aktual Tangerang – Bicara batik, wilayah Tangerang Raya pun memiliki koleksi dengan ragam corak khas masing-masing. Peringatan Hari Batik Nasional 20205 ini sebagai momen bersejarah pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2009 silam.
Koleksi batik di Kota Tangerang begitu khas dan tergolong unik. Motif kental dengan perpaduan budaya Sunda, Betawi dan Cina.
Yakni merekam keanekaragaman penduduk yang diabadikan dalam lukisan dekoratif dan artistik. Dari beragam motif batik yang diciptakan masyarakat Kota Tangerang di 13 kecamatan, setidaknya enam motif diantaranya;
1. Motif Lenggang Cisadane
Motif ini bercerita tentang 13 orang yang menarikan Tarian Lenggang Cisadane yang diciptakan seniman Kota Tangerang M Yunus Sanusi pada tahun 2011. Sebuah tarian indah yang memadukan unsur tari Jaipong (Sunda), Jali-jali (Betawi), Jawa, dan Cina.
Jumlah penari 13 orang, sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Kota Tangerang.
2. Motif Perahu Naga
Motif ini berkisah tentang perlombaan perahu naga di Sungai Cisadane. Konon, ini merupakan event tertua sejak tahun 1910 yang dilaksanakan di Kota Tangerang.
Festival Peh Cun
Even ini sebagai salah satu kemeriahan di Festival Peh Cun yang rutin digelar disetiap tahunnya oleh masyarakat Cina Benteng, Kota Tangerang.
3. Motif Jembatan Berendeng
Motif ini bercerita tentang landmark terbaru Kota Tangerang yaitu sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Tangerang Barat dan Tangerang Timur. Namanya Jembatan Berendeng dengan ornamen hias yang cantik, berupa sisik naga.
4. Motif Pintu Air Sepuluh
Motif ini menceritakan tentang pintu air, sebuah bendungan Sungai Cisadane, di Kota Tangerang. Bangunan ini merupakan salah satu landmark Kota Tangerang yang dibangun pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1927 dan masih aktif digunakan hingga saat ini sebagai pengatur distribusi aliran Sungai Cisadane.
5. Motif Al-A’zhom
Motif ini menggambarkan salah satu ikon Kota Tangerang yaitu Masjid Raya Al-A’zhom yang memiliki lima kubah tersusun secara unik. Masjid ini dibangun tahun 1997 dengan gaya arsitektur gabungan Yunani, Romawi, dan Banten, terinspirasi dari bangunan Aya Sofya (Hagia Sophia) di Istanbul, Turki.
6. Motif Jam Gede Jasa
Motif ini menceritakan Jam Gede Jasa yang merupakan salah satu ikon Kota Tangerang. Pada batik motif Jam Gede Jasa terdapat pula ornamen yang menggambarkan lima kubah lengkap dengan empat menara Masjid Raya Al-Azhom tampak dari atas.
Kampung Batik Kota Tangerang
Selain sederet batik khas Kota Tangerang, di kota seribu industri ini juga dapat ditemukan Kampung Batik. Sebuah pemukiman padat penduduk di Kelurahan Larangan Selatan yang mendeklarasikan diri menjadi Kampung batik Kembang Mayang.
Pembentukan Kampung batik Kembang Mayang berangkat dari inisiatif warga Jalan Mayang RT 02 RW XI Larangan Selatan, Kota Tangerang pada pertengahan tahun 2017. Diawai dengan menyalurkan bakat seni mural bermotif batik di dinding. Tetapi lama kelamaan warga mulai memperluas dengan membuka pelatihan dan produksi kain batik khas Kota Tangerang.
1. Motif Naga Khas Batik Kabupaten Tangerang
Lanjut bergeser ke Kabupaten Tangerang dengan batik motif naga pasir atau Naga Karawang Gede. Motif ini terinspirasi dari legenda lokal dan keberadaan Sungai Cisadane sebagai jalur perdagangan kuno.
Memadukan bentuk naga, ombak, dan tanaman rambat.
2. Motif Bambu dan Padi
Menggambarkan wilayah Kabupaten Tangerang sebagai lumbung pangan dan daerah agraris.
3. Motif Anyaman Bambu dan Gerbang Benteng Heritage
Menggambarkan keterampilan masyarakat dalam kerajinan bambu dan peninggalan kolonial Benteng Makassar.
Filosofi Kuat seperti naga, namun bersahaja seperti padi. Motif ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan untuk menindas, tetapi untuk melindungi.
Kesederhanaan dalam kebersamaan. Anyaman bambu melambangkan masyarakat yang saling menguatkan seperti helai anyaman yang kokoh bila disatukan.
Anggrek Kota Tangerang Selatan
Sebagai kota modern dan urban, batik Tangerang Selatan atau Tangsel memiliki sentuhan yang lebih kontemporer. Motif Anggrek Bulan dan Melati Putih. Bunga anggrek merupakan ikon kota, melambangkan keanggunan dan kecerdasan.
Ada juga motif tujuh danau atau Situ. Tangsel dikenal memiliki banyak situ (danau alami) seperti Situ Gintung, Situ Rawa Mekar Sari, dan Situ Pondok Jagung.
2. Motif Teknologi / Geometris Futuristik
Mewakili identitas Tangsel sebagai kota pendidikan, digital, dan startup. Filosofi kecantikan yang bersumber dari keseimbangan. Air dari situ menjadi simbol ketenangan batin dan kemakmuran.
Inovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Batik Tangsel sering dikembangkan dengan warna-warna soft pastel agar cocok dipakai generasi milenial dan pekerja kantoran.











Leave a Reply