Batik Kembang Mayang Tangerang Kini Jadi Kekayaan Intelektual

Adi Subchan - 01 October 2025

Batik Kembang Mayang Tangerang dinobatkan sebagai Kekayaan Intelektual, simbol pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. (Foto: tangerangkota.go.id)
Batik Kembang Mayang Tangerang dinobatkan sebagai Kekayaan Intelektual, simbol pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. (Foto: tangerangkota.go.id)

Kampung Batik Kembang Mayang dinobatkan sebagai Kawasan Kekayaan Intelektual, simbol pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.

Aktual Tangerang – Di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, sebuah kampung batik baru saja menorehkan sejarah. Namanya Kampung Batik Kembang Mayang.

Kampung ini resmi dinobatkan sebagai Kawasan Kekayaan Intelektual oleh Kementerian Hukum RI.

Ketua Kampung Batik Kembang Mayang, Zulifni Adnan, menyebut penetapan ini bentuk penghargaan atas pelestarian tradisi batik. Saat ini, kampung tersebut telah memiliki sekitar 15 motif khas Kota Tangerang.

“Pengakuan ini bukan hanya status hukum,” ujar Zulifni. “Namun juga dukungan besar bagi pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif,” sambungnya.

Selama proses menuju penetapan, perajin batik mendapat pendampingan intensif. Mulai dari inventarisasi motif, kurasi desain, hingga penilaian dari tim kementerian.

Kementerian Hukum RI juga berkomitmen memberi edukasi, fasilitas, serta sarana produksi. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing batik Tangerang.

Baca Juga :  Panduan Zakat Fitrah: Hukum, Besaran, Waktu, dan Niat

Kini, Kampung Batik Kembang Mayang bukan sekadar ikon budaya. Ia disiapkan menjadi pusat inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual.

Foto: tangerangkota.go.id

Setiap motif batik akan difasilitasi untuk mendapatkan hak cipta resmi. Dengan begitu, produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah sekaligus terlindungi secara hukum.

Lebih jauh, pengakuan ini diharapkan membangkitkan semangat regenerasi perajin muda. Mereka diharapkan bisa melahirkan karya baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Kampung Batik Kembang Mayang juga menargetkan pasar lebih luas. Dari tingkat regional, nasional, hingga menembus pangsa internasional.

Di balik goresan malam dan warna-warna hangat kain batik, tersimpan harapan besar.

Harapan agar warisan budaya lokal terus hidup di tengah arus modernisasi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini