Tukar Sampah Bisa Keliling Wisata Sungai Cisadane

Syahrul Munir - 21 September 2025

Wisata Sungai Cisadane
Wisata Sungai Cisadane dengan Kapal Kataraman Bumi Pertiwi di Kota Tangerang. (FOTO:KotaTangerang)

Ingin berwisata keliling Sungai Cisadane menikmati keindahan dari atas Kapal Kataraman Bumi Pertiwi cukup bawa sampah

Aktual Tangerang – Banyak jalan menuju Roma, pribahasa ini tepat menyikapi terobosan baru bagi warga yang ingin menikmati keindahan wisata Sungai Cisadane. Warga bisa merasakan sensasi pesona Sungai Cisadane dari atas Kapal Kataraman Bumi Pertiwi hanya dengan membawa sampah.

Wali Kota Tangerang Sachrudin meluncurkan program susuri wisata Sungai Cisadane dengan menukarkan tiket dengan sampah botol mineral atau minyak jelantah.

Pemerintah bersama Yayasan Jaringan Aktivis Lingkungan Hidup (JALHI Lestasi) meluncurkan program tersebut dengan tujuan mengubah perilaku mayarakat agar peduli ligkungan.

Warga bisa membawa lima botol mineral atau satu liter minyak jelantah untuk mendapatkan tiket wisata menyusuri Sungai Cisadane Cisadane. Hanya saja, program tukar sampah sebagai tiket wisata ini berlaku hari Sabtu dan Minggu.

Adapun rute susur Sungai Cisadane itu, mulai dari Dermaga Pasar Baru hingga Saung Manfaat Cisadane. Durasi perjalanan sekitar satu jam, wisata ini akan terjadwal dua kali dalam sebulan, setiap Sabtu dan Minggu.

Baca Juga: 

Ketua Umum Yayasan Jaringan Aktivisi Lingkungan Hidup Indonesia Herman Felani menjelaskan, inisiatif tukar sampah menjadi tiket wisata ini merupakan bagian dari komunikasi perubahan perilaku.

“Harapannya, sampah menjadi bernilai dan masyarakat bisa memilah sampah dengan baik. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” jelas Herman Felani.

Sejarah Sungai Cisadane

Sungai Cisadane erat kaitannya dengan perkembangan wilaya Tangerang dan sekitarnya. Sungai ini membentang sepanjang 138 km, mengalir dari Gunung Pangrango di Bogor, Jawa Barat hingga bermuara ke Laut Jawa.

Baca Juga :  Cegah Pekerja Migran Ilegal, Pastikan Informasi Lowongan Kerja Luar Negeri

Sejak zaman kolonial Belanda, sungai ini dimanfaatkan sebagai jalur transportasi dan perdagangan. Kini, esensi sejarah itu mulai hidup kembali dalam bentuk wisata edukatif.

Wisata tersebut memperkenalkan nilai-nilai budaya dan lingkungan di sekitar sungai. Banyak spot-spot di sepanjang aliran yang menjadi saksi bisu perkembangan Tangerang dari masa ke masa.

Keunikan ini membuat wisata Sungai Cisadane Tangerang bukan cuma tempat bersantai, tapi juga belajar sejarah lokal secara langsung.

Kawasan Sungai Cisadane berada tepat di jantung Kota Tangerang, menjadikannya mudah diakses dari berbagai arah. Akses dari Jakarta, cukup menempuh perjalanan sekitar 1 jam menggunakan kereta Commuter Line dan turun di Stasiun Tangerang.

Dari situ, perjalnan berlanjut dengan angkutan umum atau ojol (Ojek Online) ke area Cisadane. Letaknya yang strategis bikin banyak wisatawan tertarik mampir, apalagi dengan adanya petunjuk arah dan rute yang jelas dari berbagai titik kota.

Sungai Cisadane dimana letaknya? Jawabannya: tepat melintasi pusat kota, jadi kamu nggak perlu susah payah buat cari.

Budaya Festival Cisadane

Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Cisadane yang jadi magnet wisatawan. Acara ini berlangsung selama seminggu dengan rangkaian kegiatan seperti lomba perahu naga, pentas seni budaya, bazar kuliner khas Tangerang, hingga pertunjukan musik tradisional.

Festival ini berhasil mengangkat citra Sungai Cisadane sebagai destinasi wisata sungai yang menyenangkan sekaligus penuh nilai budaya. Banyak komunitas lokal yang turut berpartisipasi, menciptakan suasana meriah yang sulit dilupakan.

Bagi pengunjung dari luar kota, ini momen pas buat merasakan kehangatan budaya Tangerang secara langsung.

Ikon Instagramable

Selain perahu dan festival, ada satu spot yang sekarang jadi favorit anak muda—yaitu jembatan kaca Cisadane. Jembatan ini dibangun dengan desain modern, namun tetap menyatu dengan nuansa alami sungai.

Baca Juga :  Demo Bikin Resah, Ada Konseling Gratis untuk Warga Tangerang

Letaknya berada di sekitar bantaran sungai, menawarkan panorama langsung ke permukaan air dan aktivitas wisata.

Dari atas jembatan, kamu bisa berfoto dengan latar belakang sungai yang tenang dan kota Tangerang di kejauhan. Karena transparan, lantainya sering jadi tantangan seru bagi pengunjung yang takut ketinggian.

Tapi justru itu yang bikin pengalaman di wisata sungai Cisadane Tangerang makin berkesan.

Kulineran Tepi Sungai
Setelah puas menjelajah, saatnya memanjakan perut dengan kulineran di sekitar area sungai. Banyak pedagang lokal menjajakan makanan khas seperti kerak telor, sate bandeng, mie kocok, hingga es podeng.

Selain makanan, tersedia juga minuman tradisional seperti es selendang mayang dan wedang jahe.

Wisatawan sering menyebut bahwa wisata sungai Cisadane bukan cuma memanjakan mata, tapi juga lidah. Harga makanan di kawasan ini relatif murah dan ramah dompet.

Apalagi, makan sambil duduk santai di tepi sungai bikin suasana jadi makin syahdu.

Sumber: hitangerang

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini