Pemerintah memastikan impor BBM untuk SPBU swasta akan dilakukan satu pintu melalui Pertamina. Langkah ini sebagai respons atas kekosongan pasokan BBM RON 92 ke atas.
Aktual Tangerang – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM memastikan bahwa proses impor bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta akan dilakukan secara terpusat melalui PT Pertamina (Persero).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, kebijakan satu pintu ini diambil menyusul kekosongan pasokan BBM, khususnya bensin dengan nilai oktan (RON) 92 ke atas, yang terjadi di sejumlah SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR.
“Impor BBM akan dilakukan satu pintu melalui Pertamina agar distribusinya lebih terkontrol. Jangan sampai kebutuhan tidak terpenuhi dan menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya,” kata Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (12/9).
Kementerian ESDM saat ini masih mencocokkan data kebutuhan BBM dari seluruh SPBU swasta. Estimasi awal menunjukkan bahwa kekurangan pasokan BBM hingga akhir tahun ini mencapai 1,4 juta kiloliter (KL).
Menurut Yuliot, jika proses impor dilakukan, maka akan melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan AS. Meski belum menjelaskan secara rinci mekanismenya, Yuliot menyebut kemungkinan keterlibatan perusahaan seperti ExxonMobil dan Chevron.
“Yang penting, pembelian dari perusahaan AS ini akan dicatat sebagai bagian dari trade balance kita dengan Amerika. Bisa lewat perusahaan mana saja, yang penting berasal dari AS,” ujarnya.
Baca juga:
-
PBB: Israel Lakukan Genosida Terhada Warga Palestina di Gaza
-
Pemprov Bali Cabut Status Tanggap Darurat Banjir
Pertamina Siap Impor Tambahan Jika Diperlukan
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan bahwa Pertamina masih memiliki sisa kuota impor BBM tahun ini. Jika stok BBM Pertamina tidak mencukupi untuk memasok ke SPBU swasta, maka impor tambahan bisa dilakukan.
“Kalau datanya sudah masuk dan ternyata memang perlu tambahan, Pertamina akan kami tugaskan untuk impor,” kata Laode, Rabu (10/9), usai rapat dengan perwakilan SPBU swasta.
Namun, hingga kini pihak Shell dan BP-AKR belum secara resmi menyepakati pembelian BBM dari Pertamina. Kedua perusahaan tersebut masih mengumpulkan data kebutuhan yang diminta Kementerian ESDM.









Leave a Reply