Baru sehari dilantik sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung disorot publik akibat unggahan kontroversial anaknya, Yudo Sadewa. Postingan yang menyindir Sri Mulyani viral di media sosial sebelum menghilang.
Aktual Tangerang, Tangerang – Anak Menteri Keuangan (Menteri) yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, tengah menjadi sorotan publik usai unggahan kontroversial di media sosial.
Putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, diduga mengunggah pernyataan bernada tudingan terhadap mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melalui akun Instagram yang diduga miliknya, @yvdos4dewa. Salah satu unggahan yang viral menampilkan pernyataan, “Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.”
Unggahan tersebut menyebar luas di media sosial, termasuk di platform X (sebelumnya Twitter). Akun X @MurtadhaOne1 menjadi salah satu yang pertama mengunggah tangkapan layar tersebut pada Senin (8/9/2025).
Tak hanya menyindir Sri Mulyani, Yudo juga sempat mengungkapkan rasa bangganya atas pelantikan sang ayah sebagai Menkeu. Namun, saat ini akun Instagram @yvdos4dewa tidak dapat diakses.
Yudo Achilles Sadewa dikenal sebagai trader dan kreator konten. Dalam salah satu unggahan lama tahun 2023, Purbaya sempat menyebut anaknya sebagai “bocah trader” usai lulus SMA. Informasi lain seputar profil Yudo masih terbatas.
Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9), menggantikan Sri Mulyani. Namun belum genap sehari menjabat, Purbaya langsung dihadapkan pada kontroversi yang melibatkan keluarganya.
Tak hanya itu, Purbaya juga menuai perhatian publik atas pernyataannya menanggapi gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang muncul usai unjuk rasa di sejumlah daerah pada Agustus 2025.
“Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Mungkin karena merasa terganggu atau hidupnya masih kurang,” ujar Purbaya. Ia menilai protes tersebut akan mereda jika pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau saya bisa dorong pertumbuhan ekonomi ke 6 atau 7 persen, orang-orang akan lebih sibuk cari kerja dan menikmati hidup daripada berdemo,” tambahnya.
Gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” mencuat sebagai respons terhadap kebijakan kenaikan tunjangan DPR RI dan sikap sejumlah anggota dewan terhadap kritik publik.








Leave a Reply