Derita Nenek di Lebak, Urus Dua Anak Disabilitas

Adi Subchan - 09 September 2025

Rumi (63), warga Lebak, Banten, hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah tidak layak huni bersama dua anaknya yang berkebutuhan khusus. (Foto: Dok Kemensos RI)
Rumi (63), warga Lebak, Banten, hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah tidak layak huni bersama dua anaknya yang berkebutuhan khusus. (Foto: Dok Kemensos RI)

Rumi, nenek asal Lebak, Banten, hidup di rumah reyot bersama dua anak berkebutuhan khusus. Kemensos beri bantuan rumah dan kebutuhan dasar.

Aktual Tangerang, Lebak – Seorang lansia bernama Rumi (63), warga Kampung Margamulya, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia tinggal di rumah tidak layak huni bersama dua anaknya yang berkebutuhan khusus.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan berupa Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan bantuan atensi untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

“Berdasarkan arahan Bapak Mensos Gus Ipul (Syaifullah Yusuf), bantuan RST dan atensi segera disalurkan melalui Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos,” kata Kepala Sentra Galih Pakuan Bogor, Danu Ardhiarso, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9/2025).

Adapun bantuan yang diberikan kepada keluarga Rumi mencakup, sembako seperti beras, minyak goreng, telur, kornet, sarden, kecap, dan abon sapi.

Selain itu, Kemensos juga memberikan biskuit kaleng, madu, susu, gula merah, kacang hijau, dan minuman sari buah.

Tak hanya itu, Rumi juga diberikan bantuan berupa peralatan kebersihan seperti sabun mandi, sampo, pasta gigi, sikat gigi, deterjen, sabun cuci piring, tisu, dan handuk.

“Juga diberikan pakaian layak pakai dan perlengkapan ibadah. Kami juga memberikan bibit ternak ayam kampung,” jelas Danu.

Baca juga:

Berdasarkan hasil asesmen Kemensos, rumah yang ditempati Rumi sangat tidak layak, berukuran kecil, atap bocor, dan dinding rapuh.

Sejak ditinggal suaminya tiga tahun lalu, Rumi harus menghidupi keluarganya seorang diri dengan bekerja serabutan.

Dari tiga anaknya, dua di antaranya tinggal bersamanya dan berkebutuhan khusus. Anak sulung, Anas (30), mengalami kelumpuhan kaki, sedangkan anak kedua, Madhafi (22), cenderung tidak berbicara dan hanya berkomunikasi dengan ibunya.

Baca Juga :  8 Kecamatan di Kota Tangerang Masuk Zona Rawan Kekeringan

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini