Wakil PM Inggris Mundur karena Pajak, Pejabat di Indonesia?

Adi Subchan - 06 September 2025

Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris, Angela Rayner, resmi mengundurkan diri setelah mengakui adanya kekurangan pembayaran pajak properti. (Foto: AFP)
Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris, Angela Rayner, resmi mengundurkan diri setelah mengakui adanya kekurangan pembayaran pajak properti. (Foto: AFP)

TANGERANG – Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris, Angela Rayner, resmi mengundurkan diri setelah mengakui adanya kekurangan pembayaran pajak properti. Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi pemerintahan PM Keir Starmer.

Dilansir AFP, Sabtu (6/9/2025), Rayner menyatakan mundur setelah sebuah investigasi independen menemukan dirinya melanggar aturan menteri karena tidak menindaklanjuti nasihat hukum yang diterima. Ia mengakui kekurangan bayar pajak terkait pembelian sebuah flat, yang menurutnya terjadi akibat saran pajak yang tidak akurat.

“Temuan investigasi serta dampaknya bagi keluarga saya membuat saya memilih untuk meninggalkan jabatan,” tulis Rayner dalam surat pengunduran dirinya kepada PM Starmer.

Rayner, 45 tahun, sebelumnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuat penerus Starmer berkat popularitasnya di kalangan akar rumput Partai Buruh. Latar belakangnya yang sederhana di Stockport, pinggiran Manchester, kerap menjadi sorotan.

Dalam suratnya, ia menyinggung masa kecilnya yang penuh tantangan, termasuk merawat ibunya yang mengidap bipolar dan depresi, sementara ayahnya sering absen.

Baca juga:

Perombakan Kabinet Starmer

Tak lama setelah Rayner mundur, Starmer melakukan perombakan kabinet besar-besaran. David Lammy dipindahkan dari posisi Menteri Luar Negeri (Menlu) menjadi Wakil PM. Jabatan Menlu kemudian diberikan kepada Yvette Cooper, yang sebelumnya menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Posisi Mendagri digantikan oleh Shabana Mahmood, mantan Menteri Kehakiman.

Menurut Reuters, keputusan reshuffle ini tidak lepas dari tekanan politik. Starmer sebelumnya sempat memberikan dukungan kepada Rayner saat tuduhan penghindaran pajak senilai 40 ribu pound (Rp1 miliar) muncul, namun hasil investigasi membuatnya sulit bertahan.

Rayner tercatat sebagai menteri kedelapan sekaligus pejabat paling senior yang meninggalkan kabinet Starmer. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Starmer. “Saya sangat menyesali keputusan saya untuk tidak mencari nasihat pajak spesialis tambahan,” tulisnya. (*)

Baca Juga :  Derita Warga Tangsel, Sudah Lunasi PBB tapi Ditagih Lagi

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini