Tangerang Diintai Banjir, Andra Soni Soroti Infrastruktur Kali Angke

Adi Subchan - 01 November 2026

Gubernur Banten Andra Soni (tengah) bersama Menteri PU, Doddy Hanggodo (kanan) dan Wali Kota Tangerang Sachrudin (kiri) saat menyusuri kali angke di Kota Tangerang untuk melihat masalah penyebab banjir di Ciledug. (FOTO: Dok Pemprov Banten)
Gubernur Banten Andra Soni (tengah) bersama Menteri PU, Doddy Hanggodo (kanan) dan Wali Kota Tangerang Sachrudin (kiri) saat menyusuri kali angke di Kota Tangerang untuk melihat masalah penyebab banjir di Ciledug. (FOTO: Dok Pemprov Banten)

Aktual Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni menyoroti sejumlah turap (sheet pile) di sepanjang Kali Angke yang belum terpasang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko banjir di Kota Tangerang saat musim hujan.

Andra meminta Pemerintah Kota Tangerang memperhatikan persoalan tersebut. Terlebih, musim penghujan diperkirakan datang dalam beberapa bulan ke depan.

“Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya sejumlah titik tanggul atau sheet pile yang belum terpasang secara menyeluruh akibat kendala pembebasan lahan,” ujar Andra, Minggu (31/10/2026).

Selain belum terpasangnya turap, banjir di wilayah Kota Tangerang, khususnya Ciledug, juga dipengaruhi pendangkalan sungai.

Karena itu, penanganan banjir di sepanjang Kali Angke harus dilakukan secara terpadu. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, hingga Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya, aliran Kali Angke berbatasan langsung dengan Kecamatan Kembangan Selatan, Jakarta Barat.

“Perlu diingat masih ditemukan sejumlah persoalan infrastruktur sungai yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Tangerang Raya hingga Jakarta,” ungkapnya.

“Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani maka akan menyebabkan air sungai berpotensi melimpas ke kawasan permukiman warga ketika debit air meningkat,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Kaji Besaran Tunjangan Anggota DPRD

Pembebasan Lahan Baru 33 Persen

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengakui masih terdapat kendala pembebasan lahan di sepanjang Kali Angke. Persoalan tersebut mencakup sejumlah kelurahan dan kecamatan.

Menurut Sachrudin, hambatan pembebasan lahan berdampak pada pemasangan turap. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi luapan Kali Angke yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Memang pembebasan tanah lahan ini masih ada kendala, karena beberapa lahan pemiliknya susah dicari,” ujar Sachrudin.

Ia menjelaskan, pembebasan lahan untuk pelebaran daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke di Kecamatan Karang Tengah baru mencapai 33 persen.

Target pembebasan lahan tersebut mencakup area sepanjang 600 meter di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah.

Meski pembebasan lahan masih berlangsung, normalisasi Kali Angke tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah Kota Tangerang juga telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mendukung pekerjaan tersebut.

“Kami terus berkerja maksimal sesuai dengan kewenanganan dalam upaya bersama normalisasi Kali Angke, mudah-mudahan bisa kami lalui,” sambungnya.

Sachrudin mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan banjir di wilayahnya.

Sachrudin berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah memperlancar normalisasi Kali Angke. Dengan demikian, penanganan banjir dapat diselesaikan sesuai target.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota mudah-mudahan bisa teratasi karena memang aliran Kali Angke ini salah satu daerah yang sangat rawan dengan banjir,” terangnya.

Baca Juga :  Menpora Pangkas 191 Aturan Jadi Tersisa Empat

Normalisasi Ditargetkan Rampung Desember 2026

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan normalisasi Kali Angke melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane.

Pekerjaan tersebut juga melibatkan Pemprov Banten dan sejumlah pemerintah daerah di sepanjang bantaran Kali Angke.

Normalisasi mencakup penanganan pendangkalan dan penyempitan sungai. Kedua persoalan tersebut menjadi faktor utama yang disoroti dalam penanganan banjir saat musim hujan.

“Saya sudah lihat langsung permasalahan yang menjadi penyebab banjir di wilayah bantaran Kali Angke, ada masalah pendangkalan sampai penyempitan yang sedang ditangani melalui normalisasi dengan melibatkan peran pemeritah daerah,” kata dia.

Dody meminta proses normalisasi Kali Angke terus dipercepat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di Kota Tangerang dan sekitarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan bersama Sachrudin dan Gubernur Banten Andra Soni, pekerjaan normalisasi yang sedang berjalan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Saya kira kondisinya lumayan parah ya, karena kalau dibiarkan terus menerus pasti akan semakin menyempit, bukan malah makin melebar sendiri sehingga harus ada penanganan yang cepat,” jelasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini