Seram! Tawuran Pelajar di Citra Raya Pakai Bom Molotov

Adi Subchan - 28 October 2026

Sebanyak 17 pelajar diamankan Polsek Panongan usai tawuran di Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Polisi menyebut bom molotov dibeli secara online. (FOTO: Istimewa)
Sebanyak 17 pelajar diamankan Polsek Panongan usai tawuran di Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Polisi menyebut bom molotov dibeli secara online. (FOTO: Istimewa)

Aktual Tangerang – Sebanyak 17 pelajar diamankan Polsek Panongan setelah terlibat tawuran di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Senin (26/10/2026) malam.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pelajar terlihat membawa senjata tajam dan menggunakan bom molotov. Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang beredar.

Rekaman memperlihatkan para pelajar berlarian dan saling mengejar di jalanan. Kobaran api juga terlihat di tengah jalan akibat penggunaan bom molotov.

Kapolsek Panongan, Iptu Irruandy Aritonang, mengatakan tawuran bermula dari komunikasi antarkelompok pelajar melalui media sosial Instagram.

Mereka sepakat bertemu di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, untuk melakukan tawuran.

“Jadi komunikasi awal dulu di Instagram, bikin janjian tawuran di Citra Raya. Kemudian kami menerima informasi dari warga dan security adanya kegiatan tersebut, setelah mendatangi TKP kami berhasil mengamankan 17 orang pelajar yang terlibat,” ujarnya.

Menurut Irruandy, para pelajar yang terlibat berasal dari sejumlah sekolah berbeda di luar Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  PJJ di Kota Tangerang Diperpanjang hingga 11 September

Beli Bom Molotov Secara Online

Irruandy membenarkan adanya penggunaan bom molotov dalam tawuran tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, bom molotov itu dibeli melalui platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

“Mereka beli bom molotov secara online,” tuturnya.

Akibat tawuran tersebut, seorang pelajar mengalami luka ringan di bagian kepala. Luka itu disebut terjadi setelah korban dipukul menggunakan penggaris saat bentrokan berlangsung.

“Yang untuk yang luka, memang ada, tapi enggak terlalu parah ya. Ada luka di kepala, luka ringanlah ya. Itu diakibatkan penggaris yang dipukul,” tuturnya.

Polisi Panggil Orang Tua untuk Pembinaan

Setelah diamankan, 17 pelajar tersebut menjalani pembinaan di Polsek Panongan pada Selasa (27/10/2026) sore.

Polisi turut mengumpulkan orang tua mereka untuk menekankan pentingnya pengawasan keluarga. Langkah tersebut diharapkan mencegah para pelajar kembali terlibat tawuran.

Sejumlah pelajar terlihat menangis saat bersimpuh di hadapan orang tua masing-masing ketika menjalani pembinaan di kantor polisi.

Baca Juga :  Sampah di Kabupaten Tangerang Hanya Terangkut 60 Persen, Sisanya Gimana?

Irruandy menegaskan orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak. Pengawasan diperlukan terhadap pergaulan dan aktivitas anak, baik sehari-hari maupun di media sosial.

“Jadi untuk pembinaan yang kami lakukan, tadi juga kami sudah mengumpulkan para orang tua, di situ kami menyampaikan poin-poin di mana anak ini anak titipan Tuhan, berarti peranan orang tua harus menjaga, mengantarkan anak ini ke pintu gerbang kesuksesan,” ucap Irruandy.

Dia juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui tawuran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan Call Center Polri 110. Dengan begitu, petugas dapat segera menindaklanjuti informasi yang diterima. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini