280 Tukang Becak di Tangerang Belajar Kendarai Becak Listrik

Adi Subchan - 24 October 2026

280 becak listrik akan dibagikan kepada penarik becak Kota Tangerang. Hayadi dan Tarsan berharap bantuan ini meringankan pekerjaan mereka. (FOTO: ANTARA)
280 becak listrik akan dibagikan kepada penarik becak Kota Tangerang. Hayadi dan Tarsan berharap bantuan ini meringankan pekerjaan mereka. (FOTO: ANTARA)

Aktual Tangerang – Sebanyak 280 unit becak listrik akan dibagikan kepada penarik becak di Kota Tangerang. Bantuan ini diharapkan meringankan beban fisik para penarik becak yang selama ini mengandalkan tenaga kayuhan.

Para penarik becak mulai menjajal armada baru tersebut melalui kegiatan uji coba dan pelatihan. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Koang Jaya pada Jumat (23/10/2026).

Program bantuan becak listrik tersebut merupakan program Presiden Prabowo Subianto. Bagi para penarik becak lanjut usia, armada ini membuka harapan untuk bekerja dengan tenaga lebih ringan.

Salah satunya Hayadi (70), yang sehari-hari menyewa becak milik kerabatnya. Ia membayar Rp20.000 per hari untuk mengangkut dan menjemput langganan anak sekolah.

“Sehari-hari becaknya nyewa, nyewanya Rp 20 ribu,” kata Hayadi saat ditemui di Kelurahan Koang Jaya.

Dari penghasilan sekitar Rp60 ribu sehari, Hayadi harus menyisihkan sebagian uangnya untuk membayar sewa becak. Karena itu, ia berharap bantuan tersebut bisa membuatnya memiliki armada sendiri.

Baca Juga :  Hilangkan Kerutan Wajah dengan 5 Treatment Ampuh Ini

Setelah mencoba becak listrik, Hayadi merasakan perbedaan dibandingkan becak konvensional. Menurutnya, penggunaan tenaga listrik membuat aktivitas mengayuh tidak terlalu menguras tenaga.

“Beda rasanya, enggak begitu menguras tenaga seperti becak biasa,” tutur Hayadi.

“Kalau nanti diberikan, setidaknya saya punya armada sendiri dan tidak perlu memikirkan sewa harian lagi untuk kebutuhan rumah,” lanjutnya.

Harapan serupa disampaikan Tarsan (69), yang telah bekerja sebagai penarik becak sejak 1990.

Ia terpaksa menjual becak tuanya setelah kendaraan tersebut rusak. Kebutuhan mendadak juga membuatnya harus melepas armada yang selama ini menjadi sumber penghasilan.

“Becaknya sudah dijual karena rusak dan ada kebutuhan mendadak,” ujar Tarsan.

Saat mengikuti pelatihan dan uji coba, Tarsan sempat terkekeh ketika mencoba mengoperasikan becak listrik. Ia mengaku belum terbiasa menggunakan tuas gas di tangan untuk menjalankan kendaraan.

“Sama saja posisinya, cuma bedanya ini pakai gas. Cuma agak kagok (susah) aja karena belum terbiasa,” katanya.

Baca Juga :  Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik hingga Lebaran

Meski masih perlu beradaptasi, Tarsan mengakui becak listrik dapat membantu menghemat tenaga. Perubahan tersebut dinilai penting bagi penarik becak yang usianya semakin bertambah.

Penarik Becak Lansia

Penarik becak lainnya, Tipan (65), juga mengikuti uji coba kendaraan listrik tersebut. Ia telah menjalani profesi itu sejak 1981.

Tipan mengaku masih perlu membiasakan diri dengan sistem pengoperasian becak listrik. Meski demikian, ia merasakan kendaraan tersebut lebih ringan digunakan.

“Masih agak kagok karena belum biasa, gampang-gampang susah. Tapi rasanya memang lebih enteng,” kata Tipan.

Bagi para penarik becak tersebut, bantuan armada listrik bukan sekadar perubahan kendaraan. Program ini juga menghadirkan harapan untuk mengurangi beban fisik sekaligus menekan biaya sewa yang selama ini mengurangi pendapatan harian mereka. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini